Anies Ajak Warga Jakarta Salurkan Zakat lewat Bazis DKI
Kamis, 31 Mei 2018 - 18:44 WIB
Anies Ajak Warga Jakarta Salurkan Zakat lewat Bazis DKI
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Anies Baswedan hari ini menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (Bazis) DKI Jakarta sebesar Rp75 juta. Secara bersamaan, Bazis DKI menerima zakat, infaq dan sadaqah serta amal sosial para pengusaha, BUMD dan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Hasil zakat, infaq dan sedekah (ZIS) itu kemudian diserahkan kepada mustahiq (penerima zakat). "Hari ini kita menyelenggarakan kegiatan tahunan BAZIS Pemprov DKI, yaitu program peduli umat 1439 Hijriah. Tadi menyerahkan ZIS yang diserahkan kepada para mustahiq, nilainya Rp3,6 miliar," ujar Anies di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis, (31/5/2018).
Selain itu, ada juga penyerahan zakat tahun sebelumnya yang terkumpul Rp4,2 miliar. "Insya allah ini akan diserahkan juga Rp4,2 miliar dan kita berharap lebih banyak lagi perhatian untuk mau menyalurkan zakatnya lewat Bazis," kata Anies.
Anies berharap perhatian masyarakat akan kewajiban mengeluaran zakat semain bertambah. Selain itu, manajemen zakat bisa ditingkatkan.
"Zakat ini bagian dari rukun Islam dan di dalam Alquran disebutkan tidak kurang dari 24 kali perintah untuk menegakkan salat dan menunaikan zakat. Karena itu ini adalah satu ibadah yang penting dan kita berharap perhatiannya diberikan lebih besar," ucap Anies.
Selama ini, kata Anies, pembahasan mengenai manajemen zakat seringkali tidak mendapat perhatian yang cukup. Kebanyakan pembahasan terkait manajemen keuangan Islam dan manajemen perbankan Islam.
"Padahal zakat ini potensinya luar biasa besar. Dan bila kita mengembangkan kajian yang serius tentang pengelolaan zakat, maka insya Allah efeknya akan besar untuk keseimbangan karena fungsi dari zakat adalah untuk melakukan ekualiser menyeimbangkan," jelasnya.
Anies lalu menjelaskan yang membedakan antara zakat dengan pajak. Kalau pajak besarannya ditentukan tapi penerimanya tidak ditentukan.
"Sementara kalau zakat besarannya dan penerimanya tidak. Karenanya zakat punya efek pada membereskan soal ketimpangan, menghadirkan keadilan itu lebih penting. Jadi kita berharap mudah-mudahan lebih besar perhatian, apalagi di Jakarta ini," pungkasnya.
Hasil zakat, infaq dan sedekah (ZIS) itu kemudian diserahkan kepada mustahiq (penerima zakat). "Hari ini kita menyelenggarakan kegiatan tahunan BAZIS Pemprov DKI, yaitu program peduli umat 1439 Hijriah. Tadi menyerahkan ZIS yang diserahkan kepada para mustahiq, nilainya Rp3,6 miliar," ujar Anies di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis, (31/5/2018).
Selain itu, ada juga penyerahan zakat tahun sebelumnya yang terkumpul Rp4,2 miliar. "Insya allah ini akan diserahkan juga Rp4,2 miliar dan kita berharap lebih banyak lagi perhatian untuk mau menyalurkan zakatnya lewat Bazis," kata Anies.
Anies berharap perhatian masyarakat akan kewajiban mengeluaran zakat semain bertambah. Selain itu, manajemen zakat bisa ditingkatkan.
"Zakat ini bagian dari rukun Islam dan di dalam Alquran disebutkan tidak kurang dari 24 kali perintah untuk menegakkan salat dan menunaikan zakat. Karena itu ini adalah satu ibadah yang penting dan kita berharap perhatiannya diberikan lebih besar," ucap Anies.
Selama ini, kata Anies, pembahasan mengenai manajemen zakat seringkali tidak mendapat perhatian yang cukup. Kebanyakan pembahasan terkait manajemen keuangan Islam dan manajemen perbankan Islam.
"Padahal zakat ini potensinya luar biasa besar. Dan bila kita mengembangkan kajian yang serius tentang pengelolaan zakat, maka insya Allah efeknya akan besar untuk keseimbangan karena fungsi dari zakat adalah untuk melakukan ekualiser menyeimbangkan," jelasnya.
Anies lalu menjelaskan yang membedakan antara zakat dengan pajak. Kalau pajak besarannya ditentukan tapi penerimanya tidak ditentukan.
"Sementara kalau zakat besarannya dan penerimanya tidak. Karenanya zakat punya efek pada membereskan soal ketimpangan, menghadirkan keadilan itu lebih penting. Jadi kita berharap mudah-mudahan lebih besar perhatian, apalagi di Jakarta ini," pungkasnya.
(thm)