Wagub Sandiaga Uno Ingin Lima BUMD Melantai di Bursa
Rabu, 09 Mei 2018 - 15:53 WIB
Wagub Sandiaga Uno Ingin Lima BUMD Melantai di Bursa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum bisa mengumumkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mana yang akan ditawarkan ke publik atau Go Public.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno usai menghadiri Workshop dan Strategic Partner untuk Kemandirian BUMD di gedung World Trade Center, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).
"Targetnya belum bisa rilis karena ini dilindungi oleh Undang-Undang kerahasiaan di pasar modal. Dan kita tidak bisa menyampaikan informasi tanpa berkoordinasi dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Sandiaga.
Pria yang biasa disapa Sandi ini tengah berupaya, agar selama lima tahun ke depan, ada lima BUMD yang bisa melantai di BEI. (Baca: Sandiaga Ingin UMKM Berinvestasi di Pasar Modal )
Pihaknya juga akan mengumumkan BUMD mana yang akan Go Public setelah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuanga dan Bursa Efek Indonesia serta mendapat persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.
"Ada perwakilan dari DPRD juga, karena kami akan berproses. Begitu kami memutuskan BUMD yang mana, tentunya harus mendapatkan persetujuan dari DPRD," lanjutnya.
Tak hanya itu, politikus Partai Gerindra ini menambahkan, dengan adanya BUMD yang akan melantai di BEI, masing-masing BUMD diharapkan memiliki kemampuan mengakses pendanaan di pasar modal. Ia juga berharap BUMD dapat menciptakan lapangan kerja.
"Kita harapkan ini menjadi satu tonggak sejarah, milestone, untuk mereformasi BUMD kita menjadi lokomotif pembangunan ke depan, membuka lapangan kerja, meningkatkan governance, dan mendiversifikasi sumber pendanaannya di luar penyertaan modal dari daerah (PMD). Itu yang kita harapkan, ujungnya lapangan kerja, lapangan kerja, dan lapangan kerja. Kita ingin BUMD ini juga mencetak lapangan kerja dan bermitra dengan swasta untuk mencetak lapangan pekerjaan," tuturnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno usai menghadiri Workshop dan Strategic Partner untuk Kemandirian BUMD di gedung World Trade Center, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).
"Targetnya belum bisa rilis karena ini dilindungi oleh Undang-Undang kerahasiaan di pasar modal. Dan kita tidak bisa menyampaikan informasi tanpa berkoordinasi dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Sandiaga.
Pria yang biasa disapa Sandi ini tengah berupaya, agar selama lima tahun ke depan, ada lima BUMD yang bisa melantai di BEI. (Baca: Sandiaga Ingin UMKM Berinvestasi di Pasar Modal )
Pihaknya juga akan mengumumkan BUMD mana yang akan Go Public setelah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuanga dan Bursa Efek Indonesia serta mendapat persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.
"Ada perwakilan dari DPRD juga, karena kami akan berproses. Begitu kami memutuskan BUMD yang mana, tentunya harus mendapatkan persetujuan dari DPRD," lanjutnya.
Tak hanya itu, politikus Partai Gerindra ini menambahkan, dengan adanya BUMD yang akan melantai di BEI, masing-masing BUMD diharapkan memiliki kemampuan mengakses pendanaan di pasar modal. Ia juga berharap BUMD dapat menciptakan lapangan kerja.
"Kita harapkan ini menjadi satu tonggak sejarah, milestone, untuk mereformasi BUMD kita menjadi lokomotif pembangunan ke depan, membuka lapangan kerja, meningkatkan governance, dan mendiversifikasi sumber pendanaannya di luar penyertaan modal dari daerah (PMD). Itu yang kita harapkan, ujungnya lapangan kerja, lapangan kerja, dan lapangan kerja. Kita ingin BUMD ini juga mencetak lapangan kerja dan bermitra dengan swasta untuk mencetak lapangan pekerjaan," tuturnya.
(mhd)