Rampok Pedagang Beras, Solihin Ditembak Polisi

Jum'at, 04 Mei 2018 - 18:29 WIB
Rampok Pedagang Beras,...
Rampok Pedagang Beras, Solihin Ditembak Polisi
A A A
BANDUNG - Petugas Unit Reskrim Polsek Kiaracondong, Bandung terpaksa menembak kaki Solihin (33), tersangka perampokan P, pedagang beras di Pasar Cicadas, Kota Bandung. Tindakan tegas itu dilakukan karena pelaku melawan saat ditangkap pada Kamis 3 Mei 2018.

"‎Tersangka S kami tangkap di Kiaracondong. Karena S melawan, kami terpaksa melakukan tindakan tegas keras dan terukur dengan ditembak kakinya," kata Kapolsek Kiaracondong Kompol Edwin Devianto di Mapolsek Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Jumat (4/5/2018).

Dia mengemukakan, Solihin terlibat perampokan disertai penganiayaan berat terhadap seorang pedagang beras di Pasar Cicadas. Saat kejadian, pelaku memukul korban dengan palu dan anak timbangan hingga terkapar. Korban selamat namun sempat mengalami luka parah di kepala.

"Saat kejadian, pelaku masuk ke korban. Korban saat itu sedang memasang perangkap tikus. Ketika korban membalikkan badan, pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan palu dan anak timbangan," ujar dia.

Kapolsek memuturkan, antara pelaku dengan korban, saling mengenal. Pelaku merampok dan menganiaya korban dengan motif kebutuhan ekonomi. Tersangka S terlilit utang jutaan rupiah.

"Setelah korban terkapar tak sadarkan diri, pelaku membawa kabur barang berharga milik korban berupa emas seberat 19 gram. Lantaran melakukan kejahatan itu, tersangka S dijerat Pasal 365 KUH Pidana," tutur Kapolsek.

Sementara itu, korban P mengaku, tak menyangka S yang cukup dikenalnya itu berbuat tega merampok dan menganiaya dirinya. P mengatakan sebelum kejadian, pelaku mendatangi kiosnya berturut-turut dalam tiga hari. Di hari kejadian, P yang sedang membereskan kiosnya didatangi pelaku.

"Pas saya lagi beresin kios, tiba-tiba dari belakang dia memukul saya pakai palu sampai saya jatuh dan kepala saya berdarah. Tapi saya masih sadar," kata korban P, yang menolak nama lengkapnya disebutkan.

Korban P menyatakan telah memaafkan pelaku S. Namun proses hukum harus terus berlanjut dan berharap pelaku S dihukum seberat-beratnya. "Dia mengambil kalung mas saya. Saya berpikir dia mau membunuh saya. Makanya saya langsung paksakan bangun dan teriak maling," ungkap P.
(rhs)
Berita Terkait
Penganiaya-Perampok...
Penganiaya-Perampok Pengunjung Kafe di Makassar Diciduk, Ada 2 Wanita
Perempuan 80 Tahun Ditemukan...
Perempuan 80 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, dan Pembantunya Luka Parah
Perampokan Berdarah...
Perampokan Berdarah Gegerkan Manado, Polisi Masih Lakukan Pendalaman
Rampok dan Aniaya Penjual...
Rampok dan Aniaya Penjual Emas hingga Tewas di Jalan, Begini Motif Pelaku
Perampokan Berdarah...
Perampokan Berdarah Gemparkan Ponorogo, Wanita Pemilik Hotel Dibacok dan Disekap
Begal Pemuda Sedang...
Begal Pemuda Sedang Nongkrong, Pegawai Honorer Bungo Dibekuk Tim Spartan
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
3 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
4 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
13 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
14 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
14 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved