Demi Sungai Citarum Harum, Sistem Ipal Mikrobiologi Jadi Alternatif

Minggu, 25 Maret 2018 - 04:03 WIB
Demi Sungai Citarum...
Demi Sungai Citarum Harum, Sistem Ipal Mikrobiologi Jadi Alternatif
A A A
BANDUNG - Salah satu penyumbang terbesar pencemaran di Sungai Citarum adalah limbah industri. Sebagian besar industri yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum enggan mengolah limbahnya secara benar, karena pengolahan limbah membutuhkan biaya relatif besar.

Akibatnya, Sungai Citarum saat ini, tercemar bahan beracun berbahaya (B3), seperti, merkuri, timbal, dan bahan kimia. Penyebabnya, industri membuang langsung limbah mereka ke Sungai Citarum.

Untuk mengatasi masalah itu, Komandan Sektor IV (Majalaya) Citarum Harum Kolonel TNI Kustomo menawarkan solusi pengolahan limbah ramah lingkungan menggunakan metode mikrobiologi yang dikembangkan PT Bio Alam Lestari.

Kolonel TNI Kustomo mengatakan, saat ini, sistem pengolahan limbah menggunakan mikrobiologi itu sedang diuji coba selama satu bulan di PT Putra Mulya Terang Indah (PMTI) yang beroperasi di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Jika uji coba ini berhasil, diharapkan seluruh industri yang beroperasi di DAS Citarum, anak dan cucu Sungai Citarum mau menerapkan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) ramah lingkungan yang dikembangkan PT BAL itu.

Di Sektor IV Citarum Harum wilayah Majalaya, kata dia, terdapat 114 pabrik tekstil. Jika membangun IPAL terpadu dengan bahan kimia, justru menimbulkan masalah baru. Selain biaya sangat besar, juga pengolahan limbah dengan bahan kimia justru menghasil limbah berbahaya yang baru. IPAL terpadu tentu akan memaksa industri memasang pipa cukup panjang.

“Untuk menormalisasi sungai dan menyukseskan program Citarum Harum, harus ada proses. Terutama dalam pengolahan limbah. Maka kami tawarkan salah satu solusi sistem IPAL yang dikembangkan PT BAL,” kata Kustomo di Kantor Penerangan Kodam (Pendam) III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat, 23 Maret 2018.

Direktur PT BAL Joko Sri Wisnu Murti mengatakan, Anox System merupakan sistem pengolahan limbah tanpa bahan kimia yang dikembangkan PT BAL sejak 2009. Bahan baku utama pengolahan limbah menggunakan nutrisi hasil fermentasi urine sapi bernama Aerox.

“Dengan sistem IPAL organik mampu mereduksi polutan sebesar 90%. Selain itu, karena tidak menggunakan bahan kimia, sistem Ipal organik mampu menghemat biaya 40% dibanding yang menggunakan kimia,” ujar Joko.
(wib)
Berita Terkait
Limbah Ternak Masih...
Limbah Ternak Masih Jadi Problem Serius Penanganan Pencemaran Hulu Sungai Citarum
Pemda Provinsi Jabar...
Pemda Provinsi Jabar Usul Citarum Harum Ditinjau Ulang
Limbah Menyembur ke...
Limbah Menyembur ke Sungai Citarum, Diduga dari Pipa Industri Bawah Tanah
Terkait Air Lindi TPA...
Terkait Air Lindi TPA Sarimukti Cemari Sungai Citarum, Ini Penjelasan DLH Jabar
Kualitas Air Membaik,...
Kualitas Air Membaik, Progres Program Citarum Harum Naik 25%
Bahaya! Limbah Medis...
Bahaya! Limbah Medis Sengaja Dibuang ke Sungai Citarum
Berita Terkini
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
12 menit yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
18 menit yang lalu
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
1 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
1 jam yang lalu
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved