Jaga Populasi di Alam Liar, Elang Brontok Dilengkapi Satellite Tracking

Selasa, 20 Februari 2018 - 13:25 WIB
Jaga Populasi di Alam...
Jaga Populasi di Alam Liar, Elang Brontok Dilengkapi Satellite Tracking
A A A
KULONPROGO - Seekor elang brontok (Nisaetus cirrhatus), siap dilepasliarkan ke habitat alaminya di Kawasan Huta Tahura, Bunder, Gunungkidul. Sebelum dilepas elang yang menjalani masa rehabilitas selama empat tahun di Wildlife Rescue Centre (WRC), ini diberi cincin dan sayap penanda (wing marker serta dipasangi Satellite Tracking.

“Elang ini sudah siap dilepaskan, rencananya pada 25 Februari nanti,” jelas Irhamna Putri Rahmawati, dokter hewan WRC, Selasa (20/2/2018).

Sebelum dilepas, elang ini sudah menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya cukup sehat dan tidak memiliki penyakit yang berbahaya. Setelah pemasangan satellite tracking, akan langsung dibawa untuk menjalani masa habituasi di kawasan Tahura Bunder.

Wakil dari Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Muhammad Tauhid, mengatakan pemasangan satellite tracking ini untuk mengumpulkan data mengenai spesies Elang Brontok. Alat ini bekerja dengan cara mengirimkan data melalui satellite ke server yang hasilnya bisa diunduh.

Data yang dapat diperoleh antara lain ketinggian jelajah, wilayah jelajah, kecepatan terbang, dan suhu lingkungan. Alat ini menggunakan tenaga surya sehingga dapat bertahan lama hingga 2 sampai 3 tahun selama mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Alat ini merupakan kerja sama antara Fakutas Kedokteran Hewa UGM dengan Martin Wikelski dari Max Planck Institute for Ornitology Jerman. “Ini alat kedua yang kita pasang, sebelumnya sudah pada elang Jawa yang dilepas liarkan di Gunung Picis, Ponorogo,”tuturnya.

Pengendali Ekosistem Hutan, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Andi C Herwanto pelepasan ini menjadi yang kedua seteah sebelumnya melepaskan Elang Bido dan Alap-alap Sapi di kawasan Jatimulyo, Kulonprogo bulan lalu. Elang Brontok adalah salah satu jenis elang yang dilindungi sesuai UU No 5/1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan PP No 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Satellite tracking ini akan memudahkan pemantauan dan studi tentang burung para akademisi, penggerak dan pelaku konservasi, khususnya untuk satwa Elang,”jelasnya. Pelepasliaran di kawasan Tahura Bunder akhir Februari ini rencananya juga akan ditinjau langsung oleh Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Wiratno.
(wib)
Berita Terkait
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Ratusan Burung Dilindungi...
Ratusan Burung Dilindungi Gagal Diselundupkan
5 Jam Terjebak di Kabel...
5 Jam Terjebak di Kabel Aliran Listrik Tegangan Tinggi, Kukang Liar Berhasil Diselamatkan
Anak Iguana Merah Muda...
Anak Iguana Merah Muda Pertama Ditemukan di Pulau Galapagos
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
41 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved