Cagub-Cawagub Jabar Diduga Dilanda Kekeringan Logistik

Senin, 19 Februari 2018 - 16:41 WIB
Cagub-Cawagub Jabar...
Cagub-Cawagub Jabar Diduga Dilanda Kekeringan Logistik
A A A
BANDUNG - Kekeringan logistik diduga melanda pasangan cagub-cawagub Jawa Barat yang tengah berkontestasi di ajang Pilgub Jabar 2018. Hal ini disebabkan banyaknya penyumbang dana yang memilih menahan diri.

Dugaan tersebut diungkapkan Analis Senior Indonesia Strategic Institute (Instrat) Adi Nugroho. Dia mengatakan, para penyumbang dana kini lebih fokus menghadapi ajang politik 2019 ketimbang Pilgub Jabar 2018.

Akibatnya, untuk sementara ini, masa kampanye yang tengah bergulir pun tak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para cagub-cawagub Jabar. Momentum kampanye berjalan apa adanya tanpa adanya gerakan-gerakan masif yang melibatkan banyak orang dengan jangkauan area kampanye yang luas.

Tidak hanya itu, alat peraga kampanye (APK) dan hal-hal lain yang berhubungan dengan sosialisasi cagub-cawagub Jabar kini tak banyak terlihat. Meskipun saat ini APK dipasok langsung KPU, namun cagub-cawagub sebenarnya bisa mengupayakan pernak-pernik lain maupun kegiatan-kegiatan untuk menarik simpati masyarakat jika mengantongi dana kampanye yang besar.

"Kami menduga, sementara ini para cagub-cawagub Jabar ini memang sedang kekeringan logistik," kata Adi di Bandung, Senin (19/2/2018).

Adi menjelaskan, selain menghadapi pesta politik 2019, penyebab lain yang membuat para penyumbang dana menahan diri adalah perhitungan matematis. Mereka cenderung lebih berhitung matematis sebelum menyumbangkan dananya kepada cagub-cawagub Jabar.

"Meskipun jumlah sumbangan dibatasi, tapi di luar pembatasan itu kan susah dilacak dan sangat tertutup. Mereka cenderung berhitung matematis. Hanya cagub-cawagub Jabar yang paling berpeluang menang dan surveinya baik saja yang berpeluang didukung," paparnya.

Adi menambahkan, persediaan logistik berupa dana maupun sarana pendukung kampanye sangat penting untuk meraih kemenangan di ajang kontestasi politik. Tanpa dukungan logistik yang kuat, niscaya kemenangan akan lebih sulit diraih. Terlebih, Jabar dikenal sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak dan wilayah geografisnya yang luas.

"Logistik itu penting. Tanpa logistik yang memadai tentu mereka akan sulit bergerak, berkampanye sampai ke pelosok-pelosok. Tanpa logistik yang kuat, peluang kemenangan pun menjadi lebih tipis," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
Koalisi Perindo dan...
Koalisi Perindo dan 8 Partai Non Parlemen Resmi Dukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2024
Belum Tentukan Figur...
Belum Tentukan Figur di Pilgub Jabar, Presiden PKS: Patokannya Probability to Win Besar
4 Pasangan Cagub-Cawagub...
4 Pasangan Cagub-Cawagub Dinyatakan Sehat dan Siap Bertarung di Pilgub Jabar 2024
Elektabilitas 52,2%,...
Elektabilitas 52,2%, Kans Ridwan Kamil Menang Pilgub Jabar Besar
Nomor Urut Pilgub Jabar...
Nomor Urut Pilgub Jabar 2024: Acep-Gita 1, Jeje-Ronal 2, Syaikhu-Habibie 3, Dedi-Erwan 4
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
Berita Terkini
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
6 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
23 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
40 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
59 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
TikTok Diduga Gagal...
TikTok Diduga Gagal untuk Melindungi Privasi Anak-anak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved