Karolin Sebut Pemekaran di Kalbar Harus Realistis

Sabtu, 13 Januari 2018 - 07:40 WIB
Karolin Sebut Pemekaran...
Karolin Sebut Pemekaran di Kalbar Harus Realistis
A A A
PONTIANAK - Pertarungan Pilgub Kalimantan Barat (Kalbar) 2018 sudah mulai terasa, di mana masing-masing bakal pasangan calon telah melemparkan ide dan gagasan untuk membangun Kalbar lebih baik lagi kedepan.

Salah satu isu yang hangat diperbincangkan saat ini dan sebelumnya telah dihembuskan oleh dua Bapaslon jalur gabungan partai yakni Midji-Norsan dan Milton-Boyman adalah isu pemekaran wilayah khususnya Provinsi Kapuas Raya.

Hal berbeda justru diungkapkan wanita satu-satunya yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalbar 2018, Karolin Margret Natasa berpandangan dirinya cukup bersikap realistis terhadap isu tersebut.

"Apa yang kita sampaikan harus realistis. Saya kira masyarakat menilai bahwa dalam 10 tahun ini, Pemerintah Kalimantan Barat tidak pernah antiterhadap pemekaran," tutur Karolin, di Pontianak, kemarin.

Karolin mengakui tujuan dilaksanakannya pemekaran wilayah adalah guna mempercepat pemerataan pembangunan sehingga masyarakat menjadi lebih sejahtera. Akan tetapi patut disadari bahwa kewenangan sepenuhnya berada di Pemerintah Pusat.

"Kewenangan bukan berada ditangan kita dan tidak dapat menjanjikan sesuatu yang bukan berada ditangan kita. Itu namanya tidak realistis," kata Karolin yang juga Bupati Landak ini.

Sebagai seseorang politisi yang telah banyak mengunjungi wilayah-wilayah yang ada di Kalimantan Barat, dirinya mengakui memiliki semangat untuk mewujudkan pemekaran tersebut.

"Jadi pemekaran itu, tentu kita akan melihat sikap dari pemerintah pusat. Kapan pun pemerintah pusat siap, kita jauh lebih sudah siap lagi," tegasnya.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada pertengahan tahun 2017 yang lalu telah memutuskan untuk menunda pemekaran 314 wilayah DOB yang telah diusulkan. Adapun alasannya terkait keuangan yang belum cukup untuk merealisasikan pemekaran tersebut.

Selain itu, kendala yang dihadapi pemerintah pusat yakni beban APBN yang semakin berat, penataan aset, sarana dan prasarana, alokasi, penetapan wilayah perbatasan, tata ruang wilayah dan pembiayaan.
(maf)
Berita Terkait
Dekranasda Kalbar Ajak...
Dekranasda Kalbar Ajak Peserta DDS Kampanyekan 'Bangga Buatan Kalbar'
Kapolda Kalimantan Barat...
Kapolda Kalimantan Barat Sambut Kedatangan Menkopolhukam dan Mendagri
Gubernur Kalbar Sutarmidji:...
Gubernur Kalbar Sutarmidji: Panwaslu Harus Diperkuat
Kadisporapar Kalbar...
Kadisporapar Kalbar Hadiri Acara Puncak Haornas Tahun 2020
Gubernur Kalbar Minta...
Gubernur Kalbar Minta Berikan Kebebasan dalam Pengelolaan Perbatasan
Banjir 1-5 Meter Rendam...
Banjir 1-5 Meter Rendam Ribuan Rumah di Sintang Kalbar
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
5 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
31 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved