Bocah SD di Karawang Ini Dikabarkan Meninggal Usai Diberi Vaksin Difteri

Jum'at, 12 Januari 2018 - 15:09 WIB
Bocah SD di Karawang...
Bocah SD di Karawang Ini Dikabarkan Meninggal Usai Diberi Vaksin Difteri
A A A
KARAWANG - Seorang pelajar kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedawung 1, Terasysa (10) dikabarkan meninggal usai imunisasi difteri di sekolahnya. Meninggalnya Terasysa usai diberi vaksi ini menimbulkan kehebohan warga Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, karena pemberian vaksin dilakukan serentak seluruh siswa yang kebanyakan warga Desa Kedawung. Warga yang panik membawa anaknya ke klinik, ataupun puskesmas terdekat untuk diperiksa kesehatannya.

Orang tua Tearsysa, Sardi mengatakan anaknya meninggal setelah diberi vaksin dari Puskesmas Lemahabang di sekolah, Sabtu 6 Januari 2018 lalu. Usai diberi vaksin anaknya mengalami demam tinggi sehingga dia membawa anaknya ke Puskemas.

Namun pihak Puskesmas mengaku tidak sanggup menangani sehingga dirujuk ke Klinik Medika. Hal yang sama juga terjadi di Klinik Medika tidak sanggup menangani hingga di rujuk ke RSUD.

"Hari Senin 8 Januari saya bawa anak saya ke RSUD dan sempat menjalani perawatan selama 24 jam dan kemudian anak saya meninggal dunia," katanya, Jumat (12/1/2017).

Sardi mengaku menerima musibah yang dialami keluarganya dengan tabah dan menganggap sebagai takdir. Bahkan ketika dari pihak kepolisian datang untuk autopsi pihaknya menolak dan tidak lagi mempersoalkan kembali. Dia hanya berharap musibah ini tidak terjadi terhadap orang lain. "Kami kelurga sudah menerima ini sebagai takdir dan tidak akan mempersoalkan kembali," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Karawang Sri Sugihartati mengatakan, belum bisa memberikan diagnosa meninggalnya Terasysa akibat vaksin difteri.

Demam yang diderita Terasysa bisa saja disebabkan oleh diare dan panas. "Diagnosa sementara itu karena diare akut, sepsis dan dehidrasi. Ketika dibawa ke rumah sakit suhu tubuhnya mencapai 39 derajat dan turgornya tidak bagus," katanya.

Sri membantah panas dan diare yang diderita Terasysa karena efek samping vaksin difteri. Menurutnya, panas tersebut bisa saja disebabkan oleh diare. "Kami tidak bisa memberikan diagnosa bahwa meninggalnya Terasysa karena vaksin difteri, sebab hari Minggunya sudah diare dan panas," kata dia.

Sementara itu sebagian siswa SDN Karangpawitan 1 Kelurahan Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat tidak masuk sekolah usai dilakukan vaksin.

Salah seorang orang tua siswa, Asep Saepudin Hasan mengatakan anaknya sudah satu minggu tidak masuk sekolah karena sakit demam, usai diberi vaksi disekolah pada Senin 7 Januari 2017 lalu. Dia mengaku membawa anaknya, Sifa, ke dokter setelah dua hari anaknya menderita demam yang tidak kunjung turun.

"Setelah diberi vaksin anak saya menderita panas tinggi setelah dua hari tidak juga turun akhirnya saya bawa ke dokter. Bukan hanya anak saya saja, teman-temannya juga sebagian tidak masuk sekolah karena sakit," tandas Asep
(sms)
Berita Terkait
51 Kasus Difteri Ditemukan...
51 Kasus Difteri Ditemukan di Jatim, Khofifah Instruksi Dinkes Lakukan Koordinasi Intensif
Wabah Difteri Serang...
Wabah Difteri Serang Warga Garut, Jabar Gencarkan Imunisasi
13 Hari 6 Anak di Kahuripan...
13 Hari 6 Anak di Kahuripan Garut Meninggal, Dinkes Jabar Tetapkan KLB Difteri
Garut KLB Difteri, Kemenkes...
Garut KLB Difteri, Kemenkes Beberkan Upaya Mencegah Penularan ke Wilayah Lain
Vaksin Difteri, Wagub...
Vaksin Difteri, Wagub Jabar Minta Masyarakat Percaya Pemerintah
Nyalakan Alarm Tanda...
Nyalakan Alarm Tanda Bahaya! 6 Daerah di Jabar Ditemukan Kasus Suspek Difteri
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved