Jalur Sabuk Geopark Ciletuh Sepanjang 23 Km Sudah Mulus

Selasa, 26 Desember 2017 - 22:36 WIB
Jalur Sabuk Geopark...
Jalur Sabuk Geopark Ciletuh Sepanjang 23 Km Sudah Mulus
A A A
SUKABUMI - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau jalan Loji-Puncak Darma di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (26/12/17). Jalan baru yang disebutnya sebagai bagian dari Sabuk Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu ini kini sudah dalam kondisi mulus. Jalan sepanjang 23 kilometer ini menghubungkan Loji dengan Puncak Darma.

Aher mengatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan tahap pertama dari tiga tahap untuk tiga jalur jalan menuju Puncak Darma. "Alhamdulillah, kita sudah bisa menikmati jalan baru ya, dari Loji menuju Puncak Darma. Ini tahapan pertama. Tahap berikutnya kita ingin membangun dari Puncak Darma lewat Palangpang sampai Ujung Genteng," kata Aher di sela-sela peninjauan di Jembatan Cisaar, Loji, Palabuhan Ratu.

Jalur Loji-Puncak Darma ini memiliki keindahan alam yang lengkap. Apabila dari arah Loji, pengendara bisa menikmati keindahan pesisir pantai samudera di sebelah kanan jalan, sedangkan sisi kirinya terdapat hutan dan perbukitan yang hijau.

"Ini semakin mengokohkan bahwa kawasan ini layak menjadi kawasan wisata dan menjadi bagian Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu yang paling inti. Kawasan yang dilewati oleh jalan yang membentang dari Loji sampai ke Puncak Darma lalu ke Palangpang dan kemudian terus kita telusuri sampai dengan Ujung Genteng," tuturnya.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Aher itu didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Jabar M Guntoro, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar Djafar Ismail.

"Nah, kalau itu (semuanya) sudah jadi, maka Sabuk Geopark itu terlihat. Jadi, Sabuk Geopark itu membentang dari Cibareno melewati arah Palabuhan Ratu kemudian masuk ke Loji lalu ke kawasan hutan sampai ke Puncak Darma turun ke Palangpang sampai terus menyusuri pantai hingga ke Ujung Genteng. Itulah Sabuk Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu," jelasnya.

Menurut Aher, pembangunan jalan ini merupakan sejarah karena hasil kerja sama antara Pemprov Jabar dan masyarakat. Menurutnya, jalan tersebut dibangun tanpa proses pembebasan lahan karena masyarakat rela menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan yang menelan dana APBD Jabar hingga Rp 200 miliar itu.

"Ini juga sejarah yang baik, kerja sama antara pemprov dengan masyarakat. Jalan ini dibangun cepat dari mulai penataan lahan sampai pembangunan bisa dilakukan satu tahun," katanya.

Kini, lanjut Aher, hamparan pemandangan indah geopark bisa dinikmati dari dekat dan dari atas bukit, seperti Puncak Darma. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh perjalanan laut dengan menggunakan kapal cepat untuk menikmati indahnya geopark atau taman bumi ini.

"Tentu ke depan kelihatannya bisa ada dermaga kecil di tepi pantai. Para pengunjung yang datang bisa turun dan menikmati pantai dengan perahu. Pengembangannya nanti begitu."

Pengerjaan jalan menuju Puncak Darma bisa melalui tiga jalur, yaitu Paluran-Puncak Darma, Loji-Puncak Darma, dan Paltiga-Puncak Darma. Rencananya, jalur Paltiga-Puncak Darma sepanjang kurang lebih 17 km akan mulai dibangun tahun depan.

Aher menambahkan, jalur Loji-Palangpang-Ujung Genteng akan dijadikan kawasan wisata dan bukan kawasan umum. Sehingga, bus besar dan truk tidak boleh masuk atau menggunakan jalan tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghidupkan ekonomi kawasan dan pemeliharaan jalan.

"Jadi, kalau nanti ada rombongan wisata yang menggunakan bus, kita nanti akan sediakan terminal bus, lalu mereka (wisatawan) bisa menikmati (jalan dan keindahan geopark) dengan kendaraan kecil atau kendaraan wisata. Supaya apa, supaya ekonomi hidup dan saat yang sama jalan tidak cepat rusak," jelasnya.

Melalui Sabuk Geopark ini, masyarakat nantinya bisa menikmati keindangan geopark secara keseluruhan. Selain itu, masyarakat juga bisa memilih spot-spot tertentu, seperti Puncak Darma untuk mengabadikan kunjungan wisatanya ke Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu.

"Keindahannya tinggal kita tata dengan baik ke depan. Akan melebihi keindahan-keindahan di kawasan Eropa. Nanti bisa jadi ada wisata gantole atau coffee diamond club, atau makanan-makanan terbaik dari Jawa Barat," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Ridwan Kamil Optimistis...
Ridwan Kamil Optimistis Pariwisata Jabar Lebih Cepat Pulih dari Bali
Ridwan Kamil Ajak Komunitas...
Ridwan Kamil Ajak Komunitas HDCI Promosikan Pariwisata dan Peduli Bencana
Promosikan Pariwisata,...
Promosikan Pariwisata, Pemprov Jabar Terjunkan Ribuan Kreator Konten
Siapa Bilang Pemprov...
Siapa Bilang Pemprov Jabar Larang Warga Jakarta Plesiran ke Tanah Pasundan
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Hampir Kolaps, Pemprov Jabar Ambil Langkah dan Strategi Ini
Ambil Hikmah Tragedi...
Ambil Hikmah Tragedi Subang, Pemprov Jabar dan GIPI Sepaham Bangun Industri Pariwisata
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
8 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved