Kapolri Ingatkan Danrem-Dandim soal Potensi Konflik Sosial

Senin, 27 November 2017 - 18:46 WIB
Kapolri Ingatkan Danrem-Dandim...
Kapolri Ingatkan Danrem-Dandim soal Potensi Konflik Sosial
A A A
BANDUNG - Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengingatkan para komandan resor militer (danrem) dan komandan distrik militer (dandim) se-Indonesia terkait potensi konflik sosial yang bisa memecah belah bangsa Indonesia. Sebab, Indonesia ini negara yang unik karena sangat beragam, terdapat ratusan suku, ras, dan perbedaan agama.

Menurut Tito keberagaman di satu sisi merupakan berkah dan kekayaan. Tetapi di sisi lain, keberagaman itu bisa menjadi bumerang pemecah belah bangsa jika komponen bangsa tidak mampu mengelola dan menjaganya dengan baik.

"Isu primordial yang menguat, perbedaan suku, agama, dan ras, bisa menjadi pemicu bangsa ini terpecah belah," kata Tito kepada wartawan seusai memberi ceramah umum di hadapan 403 danrem dan dandim se-Indonesia yang hadir dalam acara Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017 di Secapa AD, Hegarmanah, Kota Bandung, Senin (27/11/2017).

Menurut Tito, terdapat tiga faktor yang bisa menjadi penyebab Indonesia terpecah belah. Pertama konflik sosial yang bersifat internal antarkomponen bangsa yang beragam. Kedua, faktor kesenjangan ekonomi akibat belum meratanya kesejahteraan. Ketiga konflik yang didesain oleh pihak luar.

"Mereka sangat tahu dan mempelajari potensi konflik di negara kita. Itu bisa mereka manfaatkan untuk memecah belah agar pembangunan di Indonesia tidak berjalan. Ini harus diwaspadai," ujar Tito.

Jelang pilkada serentak 2018, pemilu legislatif, dan pilpres 2019, politisi diharapkan tak menghalalkan segala cara dalam meraih kekuasaan. Lebih baik gunakan isu-isu positif, bersaing program daripada menebar isu negatif yang dapat memecah belah bangsa.

"Saya tidak bermaksud berpandangan negatif ke teman-teman politisi. Tetapi kadang-kadang politik itu how to get a power, bagaimana mendapatkan kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan. Nah kami harapkan kekuasaan itu diraih dengan cara-cara yang baik. Jangan sampai mengorbankan dan mengoyak kebangsaan kita," ungkap dia.

Dua institusi negara yang tak memiki hak pilih, kata Tito, hanya TNI dan Polri. Karena itu, TNI dan Polri harus solid bermitra dalam menjaga keutuhan bangsa. "Sepanjang TNI dan Polri solid bermitra dan bekerja sama, saya optimistis dinamika pilkada serentak 2018, polarisasi masyarakat selama pemilihan presiden dan legislatif 2019, dapat dilalui baik," pungkas Tito.
(wib)
Berita Terkait
Kampanye Gunakan Atribut...
Kampanye Gunakan Atribut TNI, Dandim 0423/BU Tempuh Jalur Hukum
Mengenal 4 Sosok Jenderal...
Mengenal 4 Sosok Jenderal TNI AD Diusung PDIP yang Melenggang di Pilkada 2024
Atribut TNI Digunakan...
Atribut TNI Digunakan Kampanye, Dandim 0423/BU Bakal Tempuh Jalur Hukum
KPU Asahan Tunggu Petunjuk...
KPU Asahan Tunggu Petunjuk Aktifkan Kembali Panitia Ad Hoc Pilkada 2020
Catat! Ini Syarat dan...
Catat! Ini Syarat dan Pendaftaran Badan Ad Hoc PPS Pilkada Serentak 2024
Puluhan Ribu Personel...
Puluhan Ribu Personel Gabungan TNI-Polri Diterjunkan Amankan Pilkada di Jateng
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
6 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
7 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
7 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
8 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved