Pemkab Bekasi Ajukan RAPBD 2018 Senilai Rp5,7 Triliun

Kamis, 23 November 2017 - 17:20 WIB
Pemkab Bekasi Ajukan...
Pemkab Bekasi Ajukan RAPBD 2018 Senilai Rp5,7 Triliun
A A A
BEKASI - Pemkab Bekasi mengajukan Rp5,7 triliun lebih dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018. Jumlah tersebut meningkat lebih dari Rp600 miliar dibandingkan APBD 2017. Angka itu diyakini menjadi yang terbesar di Jawa Barat.

Meski demikian, jumlah tersebut disoroti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi karena hal itu kerap tidak dibarengi dengan perencanaan yang matang. Alhasil, banyak anggaran yang tidak terserap serta program tidak tepat sasaran.

”RAPBD 2018 kami ajukan kepada legislatif, dan selanjutnya untuk segera dibahas untuk dijadikan Raperda lalu diajukan kepada Gubernur Jawa Barat,” kata Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja di kantor DPRD Kabupaten Bekasi pada Rabu, 22 November 2017 malam tadi.

Eka menjelaskan, dalam RAPBD 2018 itu anggaran yang dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp2,7 triliun dan belanja langsung Rp2,9 triliun. Belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai Rp2 triliun lebih, belanja bagi hasil pajak dan retribusi daerah pada desa sebesar Rp173,1 miliar.

Kemudian dialokasikan untuk belanja bantuan keuangan yang dianggarkan Rp487,4 miliar untuk keperluan dana desa, bantuan operasional sekolah menengah atas, bantuan pemilihan kepala desa dan bantuan partai politik yang ada diwilayah Kabupaten Bekasi.

Selain itu, dialokasikan juga anggaran sebesar Rp70,9 miliar sebagai dana hibah untuk badan dan lembaga yang telah berbadan hukum serta dana tidak terduga sebesar Rp 5 miliar.”Dana tidak terduga ini sifatnya tidak biasa, misalnya kebutuhan tanggap darurat bencana dan sosial,” ungkapnya.

Terkait belanja langsung, Eka tidak merinci pengakolakasiannya. Meski begitu, mantan Ketua DPRD itu mengklaim belanja langsung telah disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2017-2022 serta program nasional dan provinsi.

”Belanja langsung akan dialokasikan untuk perangkat daerah yang telah disinkronisasikan dengan program nasional dan program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2018. Belanja langsung juga telah disepakati dalam Kebijakan Umum Anggaran –Plafon Prioritas Anggaran sementara,” ucapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar mengatakan, dalam penyusunan RAPBD 2018 memang masih terdapat kekurangan. Namun, selisih tersebut dapat ditutupi dari sisa lebih penggunaan anggaran 2017.”Karena ada Silpa anggaran dari tahun ini,” katanya.

Sunandar membandingkan antara pendapatan dan belanja daerah dalam RAPBD, nampak ada defisit Rp750,1 miliar. Namun demikian, defisit itu ditutupi oleh penerimaan yang bersumber dari prediksi sisa lebih tahun anggaran sebelumnya.
(whb)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Inspektorat Bekasi Klaim...
Inspektorat Bekasi Klaim Selamatkan Uang APBD 2019 Senilai Rp1,5 Miliar
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
7 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
8 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
8 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
8 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
9 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved