Mengenai Janjinya, Sandiaga Tetap Komitmen Sejahterakan Buruh

Jum'at, 03 November 2017 - 09:39 WIB
Mengenai Janjinya, Sandiaga...
Mengenai Janjinya, Sandiaga Tetap Komitmen Sejahterakan Buruh
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, masa kepemimpinannya bersama Anies Baswedan akan tetap berkomitmen mensejahterahkan para buruh.

Sandiaga menjelaskan, kehadiran dirinya dan Anies untuk memberikan solusi bagi para pekerja menyusul ditetapkannya Upah Minimum Provinsi sebesar Rp3.648.035.

"Bahwa kami tidak akan pernah lari dari komitmen kami untuk mensejahterakan kaum pekerja, kami hadir untu berikan solusi," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Jumat (3/11/2017) .

Sandi mengaku, UMP DKI Jakarta yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kata Sandiaga telah disampaikan kepada publik dan organisasi serikat buruh termasuk kepada Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal.

"Semuai ini secara kronologis sudah saya sampaikan dan intinya saya ingin jelaskan ke pak Said Iqbal dan teman-teman," ujarnya.

Tak hanya itu, Sandiaga menjelaskan, besaran angka UMP 2018 menunjukan kenaikan yang signifikan dari penghasilan yang didapat kaum buruh.

Ia mengklaim bahwa UMP yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta merupakan bentuk konkrit keberpihakan pasangan Anies-Sandiaga kepada kaum lemah dan termarjinalkan.

"Angka yang sudah kami sampaikan adalah kenaikan yang signifikan daripada penghasilan mereka dan juga penurunan dari biaya hidup teman-teman dan ini merupakan sebuah hal yang konkrit. Dan kalau dihitung adalah sebuah bukti bahwa Anies-Sandi berpihak kepada kaum lemah, yang termarjinalkan," tuturnya.

Sandi mengaku sedih jika para buruh masih menolak besaran UMP 2018. Menurutnya, penetapan UMP tersebut sudah mempertimbangan berbagai faktor.

"Kami berusaha mengambil jalan tengah, survei KHL itu Rp3,1 juta yang sudah disepakati di dewan pengupahan. Sementara tentunya tuntutan dari temen serikat pekerja lebih tinggi dari itu," katanya.

"Kita mencari jalan tengah mengambil dan kita mempertimbangkan bahwa juga ekonomi sangat melemah tuntutan dari paa masyarakat yang belum belum dapat pekerjaan. Unemployed sangat tinggi dan kita ingin pastikan bahwa dunia usaha bisa gerak," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Tak Terdampak Covid-19,...
Tak Terdampak Covid-19, Jakarta Tetap Wajibkan Jenis Usaha Ini Naikkan UMP 2021
Pengamat Sebut Kebijakan...
Pengamat Sebut Kebijakan Asimetris UMP DKI 2021 Sangat Tepat
Naik Cuma Rp37 Ribu,...
Naik Cuma Rp37 Ribu, UMP Jakarta Tahun 2022 Rp4,4 Juta
UMP DKI Naik Rp4,4 Juta...
UMP DKI Naik Rp4,4 Juta kecuali Kegiatan Usaha Terdampak Covid
Anies Posting Prestasi...
Anies Posting Prestasi Jakarta Provinsi Terinovatif, Netizen sampai Kehabisan Kata-kata
Pengusaha DKI Dukung...
Pengusaha DKI Dukung Kebijakan Anies Baswedan Soal Upah
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
8 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
11 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
12 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
12 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
13 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved