Dampak Pilkada Serentak, 25 Pilkades Ditunda

Kamis, 02 November 2017 - 19:59 WIB
Dampak Pilkada Serentak,...
Dampak Pilkada Serentak, 25 Pilkades Ditunda
A A A
BANDUNG BARAT - Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 berdampak kepada tertundanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Total ada 25 pilkades yang semestinya digelar tahun 2018, namun harus ditunda dan terpaksa dimundurkan ke tahun 2019.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Wandiana mengatakan, tahun depan di KBB tidak akan pelaksanaan pilkades. Sesuai aturan ketika di kabupaten/kota ada pelaksanaan pilkada maka pilkades dimundurkan atau dipercepat. "Ada 25 pilkades yang nantinya akan ditunda di KBB dan dimundurkan ke tahun 2019," sebutnya, Kamis (2/11/2017).

Wandiana menjelaskan, berdasarkan aturan UU Nomor 6/2014 tentang Desa menyebutkan, dalam waktu enam tahun sejak 2013 sampai 2016 harus ada tiga pelaksanaan pilkades serentak. Di KBB pelaksanaan pilkades serentak sudah dilakukan dari 2015, 2017, dan terakhir akan dilaksanakan pada 2019.

Di tahun ini, total ada 12 desa yang sudah menggelar pilkades serentak. Bantuan anggaran untuk pelaksanaan pilkades itu mencapai Rp1.116.550.000 yang semuanya berasal dari APBD KBB. Dengan jumlah pilkades yang digelar lebih banyak di 2019 maka dipastikan anggaran yang dikucurkan akam lebih besar.

"Tahun 2019 nanti total akan ada 110 pilkades serentak yang akan digelar di KBB. Rinciannya 25 pilkades tahun 2018 yang dimundurkan dan 85 pilkades yang memang masa jabatan kadesnya habis di 2019," sebutnya.

Kepala Desa Cilame Aas Mochamad Asor yang masa jabatannya akan berakhir pada 13 Desember 2018 mengatakan, belum ada keputusan resmi terkait pelaksanaan pilkades serentak tahun 2019 mendatang. Namun dengan banyaknya jumlah pelaksanaan pilkades itu yang harus diantisipasi adalah kesiapan dari SDM, panitia pemilihan, hingga kepolisian untuk tugas pengamanan.

"Jumlah 110 pilkades serentak di 2019 itu sangat banyak sehingga menuntut kesiapan dari berbagai pihak. Apalagi pilkades ini potensi kerawanannya sangat tinggi dan seringkali terjadi gugatan," tandasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Jabar Sepakat Gelar...
Jabar Sepakat Gelar Pilkada Serentak dengan Protokol Kesehatan Ketat
Pilkada Serentak 2024,...
Pilkada Serentak 2024, Jawa Barat Dicap Provinsi Paling Rawan Pelanggaran
Polda Jabar Nyatakan...
Polda Jabar Nyatakan Siap Amankan Pilkada Serentak di Jawa Barat
Uang Habis Buat COVID-19,...
Uang Habis Buat COVID-19, Ridwan Kamil: Pilkada Serentak Sebaiknya Diundur 2021
PDIP Incar Kursi Cawagub...
PDIP Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jawa Barat
Polda Sumbar Siagakan...
Polda Sumbar Siagakan 6.852 Polisi Jaga Pilkada Serentak 2024
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
12 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved