Uang Habis Buat COVID-19, Ridwan Kamil: Pilkada Serentak Sebaiknya Diundur 2021
Sabtu, 13 Juni 2020 - 13:47 WIB
loading...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bertemu Ketua MPR Bambang Soesatyo di Gedung Negara Pakuan, Jumat (12/6/2020) petang. Foto/dok.humas pemprov jabar
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 harus memutar otak soal pendanaan pesta demokrasi itu. Bila benar-benar dilaksanakan pada Desember, mereka mesti mampu membiayai seluruh tahapan pilkada secara mandiri tanpa bantuan dari Pemprov Jawa Barat.
"Kami sudah tidak punya uang. Uang kita sudah habis buat COVID-19 dan bansos. Jadi, kalau ada permintaan ekstra kami pasti kesulitan, kecuali anggarannya digeser tahun depan," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai bertemu Ketua MPR Bambang Soesatyo di Rumah Dinas Gubernur, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6/2020) petang.
(Baca: Menjelang Pilkada Serentak, Gubernur Jabar Minta KPU Lebih Inovatif)
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berpendapat, pelaksanaan Pilkada Serentak sebaiknya diundur hingga 2021. Terlebih, dia memprediksi situasi dan kondisi akibat pandemi COVID-19 belum akan kembali normal pada bulan Desember nanti.
"Jadi, saya pribadi cenderung melihat situasi COVID-19 hari ini tidak meyakini akan kondusif di Desember. Pergeseran (penyelenggaraan pilkada) ke tahun 2021 lebih realistis," tegasnya.
"Kami sudah tidak punya uang. Uang kita sudah habis buat COVID-19 dan bansos. Jadi, kalau ada permintaan ekstra kami pasti kesulitan, kecuali anggarannya digeser tahun depan," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai bertemu Ketua MPR Bambang Soesatyo di Rumah Dinas Gubernur, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6/2020) petang.
(Baca: Menjelang Pilkada Serentak, Gubernur Jabar Minta KPU Lebih Inovatif)
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berpendapat, pelaksanaan Pilkada Serentak sebaiknya diundur hingga 2021. Terlebih, dia memprediksi situasi dan kondisi akibat pandemi COVID-19 belum akan kembali normal pada bulan Desember nanti.
"Jadi, saya pribadi cenderung melihat situasi COVID-19 hari ini tidak meyakini akan kondusif di Desember. Pergeseran (penyelenggaraan pilkada) ke tahun 2021 lebih realistis," tegasnya.
Lihat Juga :