Penyerapan Anggaran Rendah, DPRD Berikan 26 Catatan untuk Bupati Bekasi

Selasa, 24 Oktober 2017 - 22:52 WIB
Penyerapan Anggaran...
Penyerapan Anggaran Rendah, DPRD Berikan 26 Catatan untuk Bupati Bekasi
A A A
BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi memberi 26 catatan atas penetapan APBD Perubahan 2017 yang besarannya mencapai Rp5,7 triliun lebih. Pasalnya, serapan anggaran pada belanja murni hanya mencapai 46%.

”Kita berikan catatan kepada seluruh dinas terkait serapan yang minim. Termasuk pendapatan asli daerah (PAD) yang masih minim,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar pada Selasa (24/10/2017). Menurutnya, APBD Perubahan 2017 ditetapkan sebesar Rp5,7 triliun.

Dana sebesar itu bersumber dari pemasukan PAD sebesar Rp290 miliar lebih dan dana perimbangan dari Pemprov Jawa Barat Rp11 miliar.”Termasuk sumber pendapatan lainnya Rp102 miliar,” katanya.

Pada belanja di APBD 2017, hanya Rp5,1 triliun, dengan begitu ada kenaikan sebesar Rp626 miliar lebih pada alokasi belanja di APBD Perubahan 2017 yakni menjadi Rp5,7 triliun.”Penambahan itu untuk belanja tidak langsung Rp95 miliar, belanja langsung Rp531 miliar,” ungkapnya.

Sunandar menjelaskan, penetapan APBD Perubahan ini berdasarkan proses pembahasan, pengkajian, penelitian, dan pendalaman yang disepakati Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bekasi dan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi terhadap APBD 2017. Meski demikin, DPRD Kabupaten Bekasi memberikan catatan berupa 26 rekomendasi menjadi sorotan pada tahun ini.

Di antaranya pada sektor pendapatan dan penyerapan anggaran yang masih rendah hingga penghujung tahun 2017.”Yang lebih parah penyerapan anggaran ditahun ini,” tegasnya.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin berkilah rendahnya penyerapan anggaran karena adanya masa transisi jabatan setelah penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.”Kemarin masa transisi, sisa waktu di tahun ini akan dimaksimalkan dalam penyerapan anggaran,” katanya.

Neneng menegaskan, beberapa satuan kerja perangkat daerah ada yang dievaluasi dalam kinerjanya terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang menggunakan anggaran besar lambat dalam penyerapan.”Tentunya kita evaluasi kedepannya,” tandasnya.
(whb)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Inspektorat Bekasi Klaim...
Inspektorat Bekasi Klaim Selamatkan Uang APBD 2019 Senilai Rp1,5 Miliar
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
5 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
6 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
7 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
8 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
8 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
9 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved