Gubernur Soekarwo Klaim Jumlah Kelas Menengah di Jatim Meningkat

Selasa, 24 Oktober 2017 - 16:46 WIB
Gubernur Soekarwo Klaim...
Gubernur Soekarwo Klaim Jumlah Kelas Menengah di Jatim Meningkat
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo mengklaim hingga semester I/2017 jumlah kelas menengah mencapai 39% dari total populasi penduduk Jatim sebanyak 40 juta jiwa. Jumlah tersebut naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 37%.

Kenaikan tersebut dipicu dari peningkatan nilai transaksi perdagangan Jatim dengan sejumlah provinsi di Indonesia. Selama semester I/2017, Jatim mencatat perdagangan antar provinsi mencapai Rp348 triliun.

Sedangkan barang yang masuk ke Jatim dari provinsi lain mencapai Rp279 triliun. Artinya, selama enam bulan pertama di tahun ini, perdagangan antar provinsi di Jatim surplus Rp79 triliun.

“Dari data itu maka gaya hidup masyarakat berubah. Penjualan sepeda motor memang turun, tapi mobil justru naik,” kata Soekarwo.

Perdagangan antarprovinsi di Jatim, selama 10 tahun dari periode 2010-2016 mengalami kenaikan 206% atau rata-rata naik 25% per tahun. Hal ini disebabkan karena infrastruktur seperti jalan, pelabuhan dan lapangan terbang naik pesat. Inilah yang menjadikan pengungkit Jawa Timur perdagangannya maju pesat.

Sedangkan ekspor non migas Jatim di semester I/2017 surplus USD738 juta atau Rp9,80 triliun. Yang terbesar surplus dengan Singapura yani sebesar USD311 juta.

Pada 2016 yang lalu, perdagangan Jatim dengan Singapura mengalami surplus USD234 juta. Ekspor Jatim ke singapura terbanyak adalah perhiasan dan obat-obatan. “Kami sampai dengan akhir tahun 2017 bisa meningkat menjadi USD600 juta atau Rp8,7 triliun,” timpal Soekarwo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Ardy Prasetyawan mengatakan, hingga akhir 2017 ini, perdagangan dalam negeri ditargetkan tembus hingga Rp125 triliun. Peningkatan perdagangan ini terjadi dengan dibentuknya Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jawa Timur di 26 provinsi. Tahun lalu Jatim surplus Rp100 triliun.

“Komoditas yang dikirim ke luar provinsi rata-rata bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung dan terigu, serta produk-produk kerajinan dan pakaian,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pemprov Jatim Raih Penghargaan...
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Perencanaan Pembangunan Terbaik
Inovasi Eko-Tren Hantarkan...
Inovasi Eko-Tren Hantarkan Gubernur Khofifah Raih Penghargaan KDI 2022
Gubernur Khofifah: Ratusan...
Gubernur Khofifah: Ratusan Ribu Ojol dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Nikmati Manfaat Pemutihan Pajak
Khofifah Tegaskan Job...
Khofifah Tegaskan Job Fair Jatim Wujud Nyata Melayani Kebutuhan Masyarakat
Ekonomi Jatim Triwulan...
Ekonomi Jatim Triwulan III 2025 Tumbuh Tertinggi 1,70%, Khofifah: Bukti Soliditas Semua Pihak
Biro Perekonomian Pemprov...
Biro Perekonomian Pemprov Jatim Launching JAIM Report, Apa Itu?
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
3 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
10 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
12 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
12 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
12 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved