Inovasi Eko-Tren Hantarkan Gubernur Khofifah Raih Penghargaan KDI 2022

Jum'at, 23 September 2022 - 12:46 WIB
loading...
Inovasi Eko-Tren Hantarkan Gubernur Khofifah Raih Penghargaan KDI 2022
Asisten 1 Pemerintah Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2022. (Foto: MNC Portal Indonesia)
A A A
SEMARANG - Inovasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui program pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (Eko-Tren), menghantarkan dirinya raih penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 kategori Ekonomi.

Penghargaan ini diberikan atas terobosan program Eko-Tren yang dinilai mampu meningkatkan percepatan kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan pesantren.

Penghargaan diterima Benny Sampirwanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Penyerahan penghargaan KDI 2022 dilakukan di Sam Poo Kong, Semarang, Kamis (22/9/2022).

Program Eko-Tren merupakan inovasi yang mampu mengentaskan (masyarakat) dari kemiskinan, khususnya masyarakat dari kalangan pesantren.

“Melalui program ini omset usaha pesantren meningkat, kesejahteraan pun meningkat. Program ini mampu menyejahterakan santri dan pesantren melalui pendekatan 3 pilar,” ujar Benny.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Komisaris Utama PT MNC Asia Holding Tbk Agung Firman Sampurna, Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution, serta jajaran Direktur MNC Portal Indonesia.

Dalam sambutannya, Agung Firman Sampurna menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah.

“Penyelenggaraan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 adalah inovasi untuk akselerasi kemajuan daerah menyongsong era society 5.0. Ini adalah sebuah tema besar dan sebelum kita masuk ke tema ini, sedikit mengingatkan bahwa 22 tahun yang lalu ada sebuah tuntutan reformasi yang kemudian mengubah penyelenggaraan sistem pemerintahan kita khususnya kebijakan pusat dan daerah, yaitu desentralisasi,” katanya

Dengan kebijakan desentralisasi maka sebagian besar wewenang dalam penyelenggaraan daerah, pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat diserahkan oleh pemerintah pusat kepada daerah khususnya kabupaten dan kota.

Tetapi menurutnya, setelah lebih dari 22 tahun, kenyataan menunjukkan bahwa begitu banyak masalah. Karena itu dibutuhkan terobosan, inovasi. “Hari ini kita menghadirkan para kepala daerah, para bupati, dan wali kota yang telah menghasilkan berbagai macam inovasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan tentu saja ketika kita menyelesaikan satu tahap yang sangat kritis dalam penyelenggaraan negara ini yaitu mengatasi Covid-19, kita akan memasuki satu era yang disebut dengan era Post Covid,” ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1859 seconds (11.97#12.26)