Diamankan Polisi karena Mabuk Miras, Sekuriti Tewas di Penjara

Minggu, 22 Oktober 2017 - 22:27 WIB
Diamankan Polisi karena...
Diamankan Polisi karena Mabuk Miras, Sekuriti Tewas di Penjara
A A A
KEFAMENANU - Yaner Afeanpah (23), pemuda asal Kilometer 6 Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT tewas di dalam penjara setelah sebelumnya diamankan polisi karena mabuk miras.

Pemuda yang juga seorang sekuriti itu diamankan bersama 23 pemuda lainnya dari komplex perumahan BTN, Kilometer 9 jurusan Kupang, Desa Naiola, Sabtu (21/10/2017) malam saat sedang mengonsumsi miras oplosan.

Lantaran kondisi mereka dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh mabuk miras, mereka kemudian dibawa dan menginap semalam di ruang Sat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres setempat sebelum dipulangkan pada Minggu, (22/10/2017) pagi.

Nahasnya, saat 23 pemuda lainnya sudah bangun dan siap dipulangkan, namun Yaner tak bergerak dan terbujur kaku. Atas kejadian itu, tiga rekan korban Dino, Doni dan Atri yang tidur bersama kaget lalu melaporkan hal itu pada petugas.

Informasi mengenai meninggalnya Yaner di kantor Polisi membuat keluarga korban berang, pada minggu sore mereka pun mendatangi kantor Polisi untuk mecaritau penyebab meninggalnya korban.

Kapolres Timor Tengah Utara AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto menegaskan, korban bukan meninggal dunia dalam sel dan juga tidak mendapat perlakukan kasar dari anggotanya saat menahan mereka seperti yang dituding oleh keluarga korban.

Menurut Krisna, penegasan itu perlu dilakukan agar tidak menimbulkan opini miring di tengah masyarakat terkait meninggalnya korban saat mereka diamankan akibat pengaruh alkohol.

"Sesuai hasil Visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau pun luka, dan perlu juga dilakukan auptopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban sesuai keinginan keluarga mau pun polisi," tegasnya.

Tiga orang rekan korban yang tidur bersama korban malam itu dalam ruang Sat Tahti menceritakan sejak diamankan dari tempat pesta, tidak ada perlakukan kasar dari kepolisian.

Menurutnya mereka hanya diberikan pencerahan tentang bahaya miras setelah itu diberi makan dan akhirnya mereka semua istrihahat malam itu.

Sementara itu, Johni Tulasi, salah satu keluarga korban mengaku kaget atas meninggalnya Yaner yang diketahuinya sangat pendiam, namun pihak keluarga memberi kepercayaan penuh pada polisi untuk bisa membuktikan kematian korban.

"Kami percayakan penuh masalah ini ditangani serius oleh polisi. Kami keluarga minta untuk jasad adik kami diotopsi saja," kata Johni.

Hingga malam ini jasad korban masih berada di ruang jenasah RSUD Kefamenanu dijaga oleh keluarga dan pihak kepolisian sambil menanti tim untuk melakukan autopsi organ dalam korban.
(nag)
Berita Terkait
Penggalian Makam Tahanan...
Penggalian Makam Tahanan Tewas di Polresta Banyumas
Seorang Tahanan Tewas...
Seorang Tahanan Tewas Dikeroyok 10 Orang Senasib di Sel Polres Klaten
Tahanan Narkoba Polsek...
Tahanan Narkoba Polsek Medan Kota Tewas di Sel, Wajah danTubuhnya Lebam
Ali Mahbub Tewas Usai...
Ali Mahbub Tewas Usai Lompat Kodok dan Disiksa di Kamar Mandi Oleh 10 Tahanan
Polda Sumsel Klaim Luka...
Polda Sumsel Klaim Luka Lebam pada Tahanan Meninggal Bukan Disiksa Polisi
Tahanan Kasus Penggelapan...
Tahanan Kasus Penggelapan Tewas Dikeroyok 13 Penghuni Sel di Deliserdang
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
4 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
4 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
6 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
7 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
7 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved