Ironis, 15.000 Warga Surabaya Tak Punya MCK

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:58 WIB
Ironis, 15.000 Warga...
Ironis, 15.000 Warga Surabaya Tak Punya MCK
A A A
SURABAYA - Status sebagai kota besar tak membuat Surabaya memenuhi kebutuhan dasar warganya. Terbukti, sebanyak 15.000 warga Surabaya belum memiliki sarana untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Mereka tersebar di berbagai kelurahan yang ada di Semampir.

Anggota DPRD Kota Surabaya Camelia Habibah menuturkan, masih ada belasan ribu warga yang tak punya MCK. Padahal MCK merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki warga untuk bisa menjaga kesehatan serta lingkungannya.

“Jadi rumah-rumah mereka tanpa jamban. Kalau mau buang air besar harus bayar dulu ke WC umum,” ujar Habibah, Rabu (18/10/2017).

Dia menambahkan, warga yang tak memiliki MCK itu tersebar di berbagai tempat. Sebanyak 7.800 warga tinggal di atas tanah ilegal. Sebanyak 7.200 adalah warga yang tinggal di tanahnya sendiri, namun tidak memiliki MCK atau jamban.

"Ini ironis, saat Surabaya dengan banyak penghargaan lingkungan ternyata masih banyak yang tidak miliki MCK. Kondisi ini menunjukan kalau pembangunan di Surabaya tidak merata," ungkapnya.

Politisi partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menjelaskan, pemkot sebenarnya memiliki program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK). Program tahunan tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mengatasi masalah sanitasi yang ada di berbagai kelurahan.

Bahkan, lanjut Camelia, selain program RSDK juga terdapat program pembangunan MCK komunal. Dari segi wilayah, mayoritas warga yang belum memiliki MCK berada di kawasan pemukiman kumuh Surabaya Utara.

Namun, pihaknya juga menemukan warga yang berada di tengah kota belum memiliki MCK. Mereka berada di Tegalsari yang lokasinya dekat dengan Balai Kota juga belum memiliki MCK. "Di Asemrowo itu masih ada MCK yang langsung dibangun dekat sungai. Tanpa ada septitank, itu justru akan merusak lingkungan," katanya.
D
ia juga mencoba terus berkomunikasi dengan pemkot untuk membuat mapping kawasan yang masih belum memiliki MCK. Sehingga sebaran warga bisa diidentifikasi serta segera dilakukan proses penanganan.

Ketua RT 9 RW 9, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Dauhari menuturkan, banyak warganya memang belum memiliki MCK. Alasan mereka tidak mau membangun MCK karena keterbatasan lahan. Mereka lebih memilih untuk membangun ruang kamar yang nantinya bisa dikontrakkan.

"Memang budaya di sini lebih baik nggak punya jamban, ruang di rumah lebih baik dibuatkan kamar untuk disewakan. Kalau jamban memanfaatkan jamban umum," jelas Dauhari.
(wib)
Berita Terkait
Protokol Kesehatan di...
Protokol Kesehatan di Berbagai Tempat Ditetapkan dengan Ketat
Rp 3 Triliun dari APBD...
Rp 3 Triliun dari APBD 2023 untuk Pemberdayaan UMKM di Surabaya
Pemkot Surabaya Bersiap...
Pemkot Surabaya Bersiap Kasasi Sengketa Karanggayam
Seniman Surabaya Arak...
Seniman Surabaya Arak Peti Mati ke DPRD dan Pemkot Surabaya
Unilever Bantu Ribuan...
Unilever Bantu Ribuan PCR Serta Fasilitas Cuci Tangan
Warga Keluhkan Lambannya...
Warga Keluhkan Lambannya Bantuan dari Pemkot Surabaya
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
1 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
2 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
2 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
3 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
3 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved