Polda Sulut Bongkar Jaringan Pembuat KTP dan SIM Palsu di Manado

Selasa, 10 Oktober 2017 - 21:35 WIB
Polda Sulut Bongkar...
Polda Sulut Bongkar Jaringan Pembuat KTP dan SIM Palsu di Manado
A A A
MANADO - Aparat Polda Sulawesi Utara (Sulut) membongkar jaringan pembuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di Manado. Jaringan tersebut terdiri dari lima orang pemalsu dokumen berupa SIM, KTP dan Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK). Mereka adalah BR alias Boy (35), JS alias Jun (27), RN alias Ricky (32), HP alias Herry (41) dan ZR alias Zainal (33). Mereka ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan peran masing-masing.

Sebelumnya, Polresta Manado sendiri telah menetapkan lima orang tersebut sebagai tersangka usai penggebrekan rumah percetakan MRC di Kompleks IKIP Bawah Kelurahan Kleak Lingkungan I Kecamatan Malalayang, Manado Kota. Penggerebekan dilakukan karena di percetakan itu diduga telah melakukan praktik pemalsuan dokumen.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan, kejahatan pembuatan KTP palsu tersebut sangat sistematis dan ternyata sudah berlangsung lama.

“Otomatis sudah banyak dampak yang ditimbulkan karena penggunaan administrasi palsu tersebut,”kata dia, Selasa (10/10/2017).

Sementara Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Johni Asadoma dalam keterangan persnya menyatakan otak dari kejatan ini adalah Boy. Begitu juga Jun, Ricky dan Herry sebagai pengedit dokumen palsu, serta Zainal sebagai penyuplai blanko.

”Kasus ini berawal dari laporan seorang warga kepada anggota 'Buser' Polresta Manado, Bripka Safri Sandag, tentang praktik pemalsuan dokumen. Warga tersebut mendapati satu dokumen Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dicurigai palsu,” jelasnya.

Atas laporan tersebut aparat kepolisian langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan. Setelah mendapatkan bukti-bukti yang kuat, Tim Buser melakukan penggebrekan. Sebanyak empat orang diamankan di lokasi kejadian, sedangkan seorang lagi sebagai penyuplai blanko diamankan setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Praktik ini sudah dimulai sejak setahun terakhir, para pelaku lupa kapan tanggal dimulai, tapi sudah setahun terakhir ini. Karena itu kami aparat kepolisian akan menelusuri pemesan dan penggunanya serta jaringannya yang ada di instansi pemerintah,”tegas Asadoma.
(sms)
Berita Terkait
Peredaran Oli Palsu...
Peredaran Oli Palsu Merajalela, EMLI Buka Store Online
International Trademark...
International Trademark Association Gelorakan Kempanye Anti Pemalsuan di Indonesia
Merasa Tidak Menjual...
Merasa Tidak Menjual Tanahnya, Fatmawati Laporkan Pembuat Kwitansi Palsu
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemalsuan SIM hingga Ijazah di Setiabudi
LPPOM MUI Desak Kasus...
LPPOM MUI Desak Kasus Pemalsuan Daging Diusut dan Ditindak Tegas
Polisi Ringkus 2 Sindikat...
Polisi Ringkus 2 Sindikat Penjual Surat Bebas COVID-19 Palsu di Bali
Berita Terkini
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
1 jam yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
2 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved