KPK Didorong Supervisi Penanganan Dana Gempa

Jum'at, 22 September 2017 - 21:36 WIB
KPK Didorong Supervisi...
KPK Didorong Supervisi Penanganan Dana Gempa
A A A
YOGYAKARTA - Gempa bumi Yogyakarta pada 2006 masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya adalah dugaan korupsi dana rekonstruksi gempa. Saat ini Polda DIY tengah menangani dugaan korupsi dana gempa di Desa Jatimulyo, Dlingo Bantul. Namun hingga dua tahun lebih kasus ini tak kunjung ada kejelasan. Penyidik dituntut segera menuntaskan kasus ini.

“Patut dipertanyakan alas an penyidik yang menangani perkara dana gempa di Jatimulyo, Dlingo ini. Ini penting untuk memastikan penanganan perkara ini,” tegas Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharudin Kamba Jumat (22/9/2017).

Menurut Baharudin jika tidak ada kejelasaan dari pihak kepolisan dalam menangani perkara ini pihaknya mendorong agar Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi dan koordinasi agar penyidik bisa melakukan pekerjaannya secara professional.

Baharudin juga berharap agar penyidik jika sudah menemukan alat bukti yang kuat bisa segera menaikkan status penanganan kasus ini dengan menetapkan tersangka. “Wajib bagi masyarakat untuk mengawal kasus ini, apalagi kasus ini langsung berhubungan dengan masyarakat,” tegasnya.

Safrudin Tamar, warga Banyuurip, Dlingo, Bantul menyebut dirinya telah mengirimkan surat ke sejumlah pihak untuk menanyakan perkembangan penanganan perkara ini. Di antaranya ke jajaran kepolisian dan Kompolnas.

Namun surat yang dikirim ke Polisi tak kunjung mendapat balasan. Respon justru diberikan oleh Kompolnas. Beberapa waktu lalu Kompolnas telah menghubungi dirinya menanyakan perihal penanganan kasus dugaan korupsi ini.

“Masalah ini sudah dua tahun lebih ditangani polda, sampai sekarang belum juga tuntas. Sebagai masyarakat kami berharap kasus ini bisa segera diselesaikan ke pengadilan,” tegasnya.

Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dhofiri tidak merespons saat dikonfirmasi tentang penanganan kasus ini. Dua kali pesan singkat yang dikirim tidak dibalas. Konfirmasi singkat didapat dari Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto. “Masih proses audit investigasi oleh BPKP,” ujarnya.
(wib)
Berita Terkait
Dua Jaksa yang Ditangkap...
Dua Jaksa yang Ditangkap KPK Divonis 4 Tahun dan 1,5 Tahun
Fasilitas Lengkap, Next...
Fasilitas Lengkap, Next Hotel Yogyakarta Cocok untuk Aktivitas Komunitas, Rekreasi dan MICE
Next Hotel Yogyakarta...
Next Hotel Yogyakarta Tawarkan Staycation dan Bisnis
Korupsi Pembangunan...
Korupsi Pembangunan Stadion di Yogyakarta, KPK Geledah 2 Perusahaan Swasta
Rawan Disalahgunakan,...
Rawan Disalahgunakan, JCW Dorong KPK Awasi Penggunaan Danais DIY
September to Remember...
September to Remember di Next Hotel Yogyakarta: Tips Jitu Melepas Rindu Suasana Yogya
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
48 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved