Korban First Travel di DIY Mengadu, Kemenag Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:27 WIB
Korban First Travel...
Korban First Travel di DIY Mengadu, Kemenag Tak Bisa Berbuat Apa-apa
A A A
YOGYAKARTA - Para korban penipuan perjalanan umrah, First Travel juga mengadu ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, Kemenag tidak bisa berbuat banyak karena penanganan kasus penipuan itu di kepolisian.

“Itu kan persoalan hukum sehingga menjadi tanggung jawab rekan-rekan di kepolisian, bukan Kementerian Agama,” kata Kakanwil Kemenag DIY, Muh Lutfi Hamid, Rabu (23/8/2017).

Lutfi menyampaikan First Travel tidak terdata di Kemenag. Itu artinya biro agen perjalanan umrah itu tidak resmi mendapat izin dari pemerintah. Sejauh ini, Kemenag hanya sebatas menerima keluhan dari para korban penipuan.

Menurut dia, sebagian besar korban tertarik dengan travel itu karena biaya yang cukup murah, yakni di bawah Rp20 juta. Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk umrah lebih dari Rp20 juta. “Tidak normal kalau biaya umrah kok di bawah Rp20 juta. Sementara pengakuan korban, rata-rata menyerahkan uang di bawah Rp20 juta, bahkan ada yang Rp16 juta. Itu tidak wajar,” katanya.

Dia juga belum mengetahui apakah First Travel di Yogyakarta memiliki agen, kantor, atau perseorangan. Namun, informasinya sebagian besar yang menjadi korban dengan penawaran langsung ke orangnya.

Sebelumnya, belasan orang juga sudah mengadu ke Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) DIY. Pimpinan LPKNI DIY, Danny Lukman Nul Hakim mengatakan, ada sebanyak 19 korban mengadu. Tak hanya berdomisili di Yogyakarta, tapi ada juga warga Solo, Jawa Tengah. Rata-rata para korban sudah membayar biaya perjalan umroh itu beragam, mulai dari Rp14 juta, Rp16 juta, hingga Rp19 juta per orang.

“Mereka meminta pertanggungjawaban agar First Travel memenuhi janjinya atau mengembalikan uang yang sudah disetor. Kalau tidak, korban akan menempuh jalur hukum,” katanya.
(mcm)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Edan, Sepasang Kekasih...
Edan, Sepasang Kekasih Ini Kompak Gadaikan 6 Mobil Rental untuk Hura-hura
Berita Terkini
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
14 menit yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
7 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
8 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
9 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
9 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved