Laporan Keuangan DKI 2016 Dapat Wajar Dengan Pengecualian

Rabu, 31 Mei 2017 - 18:13 WIB
Laporan Keuangan DKI...
Laporan Keuangan DKI 2016 Dapat Wajar Dengan Pengecualian
A A A
JAKARTA - Rapat paripurna laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta Tahun Anggaran 2016 digelar di Gedung Paripurna DPRD DKI Jakarta. BPK kembali memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas laporan keuangan DKI Jakarta Tahun Anggaran 2016.

Anggota V BPK RI Isma Yatun mengatakan, LHP BPK terhadap laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta pada tahun anggaran 2015 yang lalu belum diperbaiki secara signifikan oleh Pemprov DKI. Di mana, saat itu BPK memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) lantaran ditemukannya permasalahan signifikan dalam pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan Pemprov DKI Jakarta terkait aset tetap, piutang pajak dan piutang lainnya yang berdampak pada kewajaran penyajian laporan keuangan.

Sayangnya, lanjut Isma, meski Pemprov DKI telah menindaklanjuti sebagian rekomendasi BPK, namun tindak lanjut tersebut masih belum signifikan memperbaiki pengelolaan aset tetap sehingga masih ditemukan permasalahan. Di antaranya yaitu, sistem aset belum mendukung pencatatan aset sesuai standar akuntansi; aset tanah yang sama dicatat pada tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berbeda dan ada pula yang dicatat pada dua SKPD berbeda, aset tanah belum dicatat, dicatat namun tanpa informasi lokasi dan sertifikat tanah; data kartu inventaris barang tidak informatif dan tidak valid, dan sebagainya.

"Atas dasar pertimbangan permasalahan tersebut, BPK memberikan opini atas laporan keuangan tahun anggaran 2016 sama dengan opini Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2015, yaitu Wajar Dengan Pengecualian atau WDP," kata Isma di Gedung Paripruna DPRD DKI Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Isma menuturkan, untuk kerugian negara tentunya pasti ada. Namun dia menyarankan agar awak media melihatnya di LHP BPK yang sudah terpapampang dalam websitenya. "Kami memberikan waktu dua bulan dari sekarang untuk menindaklanjuti temuan-temuan kami," ungkapnya.
(whb)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
Serapan Anggaran Dinas...
Serapan Anggaran Dinas PPKUKM DKI Tembus 96,88 Persen
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved