Guru SMP Ditemukan Tak Bernyawa di dalam Jurang
Minggu, 30 April 2017 - 11:17 WIB
Guru SMP Ditemukan Tak Bernyawa di dalam Jurang
A
A
A
KALIMANTAN TENGAH - Baya (50) ditemukan tidak bernyawa di dalam jurang sedalam 10 meter di sekitar Jalan H Koyem, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Sabtu 29 April 2017sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban adalah guru SMP dan tinggal di Jalan Wonerejo, Kelurahan Melayu. "Saat ditemukan warga setempat, ada barang bukti satu unit sepeda motor, ponsel, sandal, kopiah haji, dan kaus, serta bercak darah. Di tubuh korban juga ditemukan beberapa bekas luka tusukan senjata tajam," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Barito Utara, AKP Benito Harleandra saat dikonfirmasi MNC Media, Minggu (30/4/2017).
Dia mengungkapkan, mayat korban ditemukan atas laporan warga. Berdasarkan hasil visum dokter RSUD Muara Teweh, korban mengalami 11 luka tusukan. "Satu di bagian leher sebelah kiri dan 10 tusukan di badan korban. Selain itu, luka lecet di bagian kepala sebelah kiri, dan badan korban," kata Benito.
Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi yang lokasinya dekat dengan tempat kejadian. "Kalau berdasarkan visum, kematian korban baru saja terjadi sebelum ditemukan warga," tuturnya.
Korban adalah guru SMP dan tinggal di Jalan Wonerejo, Kelurahan Melayu. "Saat ditemukan warga setempat, ada barang bukti satu unit sepeda motor, ponsel, sandal, kopiah haji, dan kaus, serta bercak darah. Di tubuh korban juga ditemukan beberapa bekas luka tusukan senjata tajam," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Barito Utara, AKP Benito Harleandra saat dikonfirmasi MNC Media, Minggu (30/4/2017).
Dia mengungkapkan, mayat korban ditemukan atas laporan warga. Berdasarkan hasil visum dokter RSUD Muara Teweh, korban mengalami 11 luka tusukan. "Satu di bagian leher sebelah kiri dan 10 tusukan di badan korban. Selain itu, luka lecet di bagian kepala sebelah kiri, dan badan korban," kata Benito.
Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi yang lokasinya dekat dengan tempat kejadian. "Kalau berdasarkan visum, kematian korban baru saja terjadi sebelum ditemukan warga," tuturnya.
(dam)