Simpang Susun Semanggi Gunakan Dana KLB Dinilai Bermasalah

Selasa, 25 April 2017 - 20:38 WIB
Simpang Susun Semanggi...
Simpang Susun Semanggi Gunakan Dana KLB Dinilai Bermasalah
A A A
JAKARTA - Pembangunan Simpang Susun Semanggi II yang menggunakan dana perusahaan swasta berupa Koefisien Lantai Bangunan (KLB) harus segera diserahterimakan ke DKI sebelum dioperasikan Juli mendatang. Nilai pembangunan dengan KLB perusahaan swasta agar tidak menimbulkan masalah di kepemimpinan Gubernur baru.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga. Menurutnya, penyerahan aset Simpang Susun Semanggi II dari KLB perusahaan swasta ke Pemprov DKI berikut dengan ketentuan KLB harus dilakukan sebelum pergantian Gubernur baru. Sebab, kata dia, apabila itu tidak dilakukan, penggunaan dana KLB akan menimbulkan masalah. Terlebih, bila Gubernur baru membatalkan dana KLB-nya.

"Gubernur baru punya diskresi untuk membatalkan penggunaan dana KLB. Kalau dibatalkan gimana? Penggunaan dana KLB atau CSR itu harus dievaluasi lantaran pembangunan tidak berkelanjutan dan perawatanya juga tidak jelas," kata Nirwono Joga saat dihubungi, Selasa (25/4/2017).

Nirwono menjelaskan, penggunaan dana KLB itu tidak bisa menghitung total rupiah tinggi gedung yang dibangun lalu hasilnya digunakan untuk pembangunan kota Jakarta. Sebab, penggunaan air, listrik, dan kemacetan akibat peninggian gedung perusahaan swasta sangat penting ke depannya dan tidak bisa dihitung rupiah. Hal itulah, kata dia, yang harus dievaluasi oleh Pemprov DKI.

Selain itu, lanjut Nirwono, penggunaan dana KLB atau Corporate Sosial responsibility (CSR) harus menjadi pilihan terkahir Pemprov DKI. Apalagi untuk pembangunan publik seperti jalan, taman dan sebagainya.

"Kalau menggunakan anggaran daerah untuk pembangunan publik, perangkat daerah merasa terlibat dan pembangunannya berkelanjutan. Misalnya tambah macet, solusinya pasti akan cepat ditangani oleh perangkat daerah. Lihat RPTRA dari CSR, ketika ada masalah, mereka melempar tanggung jawab. Dinas Marga membanggakan Semanggi dengan dana KLB, dia tidak repot lelang. Tinggal duduk dan akhirnya punya DKI. Kalau ada masalah, dia lempar," ungkapnya.
(pur)
Berita Terkait
Jalani Protokol Covid-19,...
Jalani Protokol Covid-19, Proyek Flyover dan Underpass di Jakarta Terus Berjalan
Tak Lagi Ibu Kota Negara,...
Tak Lagi Ibu Kota Negara, Jakarta Butuh Rp300 Triliun Bangun Infrastruktur
Di Ajang JIF 2023, Pemprov...
Di Ajang JIF 2023, Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 21 Proyek kepada Investor
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Perkuat Jaringan Komunikasi,...
Perkuat Jaringan Komunikasi, JIP Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Milik Pemprov DKI
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
9 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved