Tak Lagi Ibu Kota Negara, Jakarta Butuh Rp300 Triliun Bangun Infrastruktur
Kamis, 20 Juni 2024 - 00:22 WIB
loading...
Jakarta membutuhkan Rp300 triliun untuk membangun infrastruktur ketika lepas dari Ibu Kota Negara. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Jakarta membutuhkan Rp300 triliun untuk membangun infrastruktur ketika lepas dari Ibu Kota Negara . Bagaimana mendapatkan anggaran sebanyak itu? Tenang, BI Perwakilan Jakarta bakal memfasilitasi investor.
Hal itu diungkapkan Deputi Kepala Bank Indonesia perwakilan Jakarta Sahminan saat merilis persiapan Jakarta Investment Festival (JIF) 2024 yang rencananya diadakan Juni-September 2024.
“Kami telah berkoordinasi dengan 5 kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri,” ujar Sahminan, Rabu (19/6/2024).
Baca juga: Ibu Kota Bakal Pindah, Ini Tantangan Jakarta Menuju Kota Global
Selain investor luar negeri, pihaknya juga bakal menarik para pengusaha lokal untuk menanamkan modalnya di Jakarta. Dia yakin hal itu tidak sulit mengingat saat ini pertumbuhan ekonomi Jakarta masih tetap kuat dengan kisaran 4,8% - 5,6%.
"Kami berharap Jakarta Investment Festival 2024 dapat merangkul lebih banyak pihak untuk dapat memiliki pemahaman lebih lanjut mengenai potensi besar perekonomian Jakarta pascapemindahan IKN ke Kalimantan," katanya.
Kepala Jakarta Investment Centre (JIC) Tona Hutauruk menjelaskan untuk 34 proyek infrastruktur di Jakarta, sedikitnya butuh dana Rp300 triliun. Karena itulah, pihaknya menawarkan beberapa proyek pada JIF yaitu pembangunan mixed use di Blok M, LRT Jakarta Fase 2A, Apartemen Palm Court, Ancol Timur, sistem pengolahan air limbah Jakarta zona 5, serta hotel dan Akademi E-Sport.
Hal itu diungkapkan Deputi Kepala Bank Indonesia perwakilan Jakarta Sahminan saat merilis persiapan Jakarta Investment Festival (JIF) 2024 yang rencananya diadakan Juni-September 2024.
“Kami telah berkoordinasi dengan 5 kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri,” ujar Sahminan, Rabu (19/6/2024).
Baca juga: Ibu Kota Bakal Pindah, Ini Tantangan Jakarta Menuju Kota Global
Selain investor luar negeri, pihaknya juga bakal menarik para pengusaha lokal untuk menanamkan modalnya di Jakarta. Dia yakin hal itu tidak sulit mengingat saat ini pertumbuhan ekonomi Jakarta masih tetap kuat dengan kisaran 4,8% - 5,6%.
"Kami berharap Jakarta Investment Festival 2024 dapat merangkul lebih banyak pihak untuk dapat memiliki pemahaman lebih lanjut mengenai potensi besar perekonomian Jakarta pascapemindahan IKN ke Kalimantan," katanya.
Kepala Jakarta Investment Centre (JIC) Tona Hutauruk menjelaskan untuk 34 proyek infrastruktur di Jakarta, sedikitnya butuh dana Rp300 triliun. Karena itulah, pihaknya menawarkan beberapa proyek pada JIF yaitu pembangunan mixed use di Blok M, LRT Jakarta Fase 2A, Apartemen Palm Court, Ancol Timur, sistem pengolahan air limbah Jakarta zona 5, serta hotel dan Akademi E-Sport.
Lihat Juga :