Warga Blora Keluhkan Jalan Mirip Kubangan Kerbau

Sabtu, 22 April 2017 - 14:20 WIB
Warga Blora Keluhkan...
Warga Blora Keluhkan Jalan Mirip Kubangan Kerbau
A A A
BLORA - Kerusakan sejumlah ruas jalan di Blora, Jawa Tengah sangat dikeluhkan warga. Apalagi, pada musim hujan sekarang ini ruas jalan antara Bangkleyan-Gempol (Kecamatan Jati) menuju Desa Tlogotuwung (Kecamatan Randublatung) hingga Desa Getas Kecamatan Kradenan, dipenuhi lumpur seperti kubangan kerbau.

Kepala Desa Gempol Yuyus Waluyo mengatakan, jalan hutan penghubung desa di wilayahnya rusak berat karena jalan masih berupa tanah dan belum pernah dibangun Perhutani. Untuk itu, dia sangat berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut karena menjadi akses utama bagi warga yang hendak berangkat kerja atau mencari kayu bakar di hutan.

"Kerusakannya memang parah, kondisinya berlumpur dan sulit dilewati. Hal itu karena jalan hutan tersebut sebelumnya belum pernah diperbaiki oleh Perhutani. Pada 2016 kemarin Pak Bupati bersama beberapa kepala dinas datang ke Dukuh Bendokerep, Desa Gempol, tepatnya di halaman SDN Selogender untuk melakukan diskusi pembangunan," kata Yuyus, Jumat (21/4/2017).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Samgautama Karnajaya menyampaikan, pembangunan ruas jalan itu menelan biaya Rp5,5 miliar dari APBD 2017. Menurutnya, pembangunan jalan itu dibagi menjadi tiga paket yang saat ini semuanya masih dalam dalam proses lelang.

"Pemkab tahun ini memutuskan untuk memperbaikinya. Anggaran yang disediakan total Rp5,5 miliar dibagi menjadi tiga paket proyek perbaikan jalan, yakni perbaikan ruas Bangkleyan-Gempol sebanyak Rp2,75 miliar, lalu perbaikan ruas Gempol-Tlogotuwung sebanyak Rp1,75 miliar, dan perbaikan ruas Tlogotuwung-Getas sebesar Rp1 miliar," kata Samgautama.

Mantan Kepala Bappeda Blora ini menambahkan, perbaikan pada tahun ini difokuskan untuk pengerasan badan jalan terlebih dahulu, karena masih berupa tanah yang lemah. Dengan kondisi yang parah seperti itu jika langsung dibeton maka biayanya terlalu mahal karena volume kerusakannya sangat banyak.

"Tahun ini perbaikan subgrade, tanahnya supaya keras dulu. Beberapa titik juga dibangun drainasenya, karena kerusakan di ruas jalan Bangkleyan-Gempol hingga Getas disebabkan oleh jenis tanah yang labil atau lempung serta drainase jelek. Perbaikan akan dilanjutkan tahun 2018 sambil menunggu perubahan kondisi tanah."
(zik)
Berita Terkait
Tak Kunjung Diperbaiki,...
Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Poros Antang Kian Memprihatinkan
Mirip Kubangan Kerbau,...
Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Tani Raya Pringsewu Dikeluhkan Warga
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Jalan Pematangsiantar Menuju Tapanuli Terancam Amblas
Rusak Parah, 8 Titik...
Rusak Parah, 8 Titik Jalan Trans Merauke-Tanah Merah Sebabkan Kemacetan
Usai Digenangi Banjir,...
Usai Digenangi Banjir, Jalan Trans Provinsi di Wajo Rusak Parah
Warga Keluhkan Jalan...
Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dua Desa di Lutra yang Rusak Parah
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
27 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
2 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved