Komplotan Penipu Nasabah Kartu Kredit Dibekuk Polisi

Kamis, 13 April 2017 - 06:10 WIB
Komplotan Penipu Nasabah...
Komplotan Penipu Nasabah Kartu Kredit Dibekuk Polisi
A A A
DEPOK - Polresta Depok berhasil membekuk komplotan penipuan dengan modus memberikan bonus besar bagi pengguna kartu kredit. Setiap kali beraksi komplotan ini meraup hasil kejahatan jutaan rupiah.

Para pelaku yang diringkus yakni, Pebriyanto (33), Prasetyo alias Toni alias Tio (35), Gapur alias Apung (34), Kurniawan alias Adit (26) dan Sri Widiastuti (34). Dari kelima pelaku, hanya satu pelaku yang tidak ditahan karena sedang hamil.

Wakil Kapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani mengatakan, kelima pelaku ini memiliki pran masing-masing di antaranya, dua pelaku mengumpulkan data nasabah dan nomor telepon. Kedua tersangka ini dengan mudah mendapatkan data karena sebelumnya pernah bekerja di perusahaan kartu kredit.

Untuk meyakinkan korbannya, para tersangka kemudian membuat perusahaan palsu yang bergerak dibidang kartu kredit. "Mereka menelepon secara acak dengan modus menawarkan kartu kredit yang jika dibelanjakan maka pengguna akan mendapat diskon 50%," kata Faizal kepada wartawan, Rabu, 12 April 2017 kemarin.

Setelah korban tertarik barulah pelaku lain datang ke rumah korban dan memberikan kartu kredit palsu. Selanjutnya, pelaku memberikan syarat agar korban memberikan kartu kredit asli dan menggesek di mesin electronic data capture (EDC) yang dibawa pelaku.

"Korban tidak sadar jika pelaku telah mengambil kartu kredit aslinya, yang katanya sudah terintegrasi dengan kartu palsu yang diberikan tadi," ungkapnya. Setelah kartu palsu diberikan kemudian para pelaku meninggalkan korban.

Namun secara diam-diam, para pelaku menuliskan sejumlah nominal di mesin EDC tanpa sepengetahuan korban. "Dari hasil penyelidikan sementara korbannya berjumlah sembilan orang dengan kerugian bervariasi," ujarnya.

Salah seorang pelaku, Prasetyo mengatakan, dalam beraksi dirinya berperan sebagai manager. Sedangkan Sri Widiastuti menjadi pengumpul data base nasabah kartu kredit. Kurniawan sebagai penyedia fasilitas, Periyanto dan Gapur sebagai kurir pengantar kartu reward.

"Mereka teman-teman mantan karyawan di perusahaan perbankan serta jasa keuangan," katanya. Dari satu korban, lanjut Prasetio, biasanya mereka menggesek uang jutaan rupiah.

"Uang itu buat kebutuhan sehari-hari. Pembagiannya, leader dapet 15%, kurir 15%, marketing/database 20%, pemilik mesin 15% dan penyedia fasilitas 35%," katanya.
(whb)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Edan, Sepasang Kekasih...
Edan, Sepasang Kekasih Ini Kompak Gadaikan 6 Mobil Rental untuk Hura-hura
Berita Terkini
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
22 menit yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
1 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
2 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
2 jam yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
4 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved