Penyerang Mapolres Banyumas Jalin Komunikasi dengan Terpidana Teroris

Rabu, 12 April 2017 - 13:12 WIB
Penyerang Mapolres Banyumas...
Penyerang Mapolres Banyumas Jalin Komunikasi dengan Terpidana Teroris
A A A
SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan para pelaku teror yang beraksi beberapa hari terakhir menjalin komunikasi dengan para terpidana terorisme di dalam Lapas di Jawa Tengah.

Ini mulai dari aksi serangan di Mapolres Banyumas pada Selasa (11/4/2017) dengan pelaku Mohammad Ibnu Dar (22),waga Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga mau pun serangan di Tuban pada Sabtu (9/4/2017).

"Mereka berkomunikasi dengan pelaku teror yang sudah dalam tahanan. Apakah itu di Lapas Kedungpane mau pun di Nusakambangan. Dia membesuk dan sebagainya," kata Condro usai menghadiri rapat kerja teknis Bidang Humas Polda Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu (12/4/2017).

Condro mewanti-wanti jajarannya agar tetap waspada. Sebab, ada semacam instruksi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) untuk melakukan serangan balasan kepada kepolisian.

"Jaringan JAD. Walau pun pimpinannya, Aman Abdurrahman sudah ditahan. Mereka angkat pemimpin baru, serukan balasan. (Sasarannya) yang gencar memberantas (terorisme – Polisi)," lanjut Condro.

Terkait pelaku Mohammad Ibnu Dar, Condro mengatakan sejauh ini masih dalam interogasi Polres Banyumas bersama Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Pelaku ini juga menjalin komunikasi via SMS dengan pelaku teror yang tewas di Tuban bernama Karno (19).

"Mereka (Mohammad Ibnu Dar dan Karno) asalnya sama, dari Kutasari Purbalingga. Ada komunikasi. Mereka bukan saudara. Pelaku di Banyumas (Ibnu) bungkam kalau ditanya soal jaringannya," sambungnya.

Condro menyebut anggota mau pun jajaran di Polres-Polres untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan optimal. Pintu-pintu masuk markas kepolisian tidak perlu ditutup semuanya, namun tetap ditingkatkan kewaspadaan.

Dia menekankan, upaya deradikalisasi harus mengena. Sebab, beberapa pelaku yang beraksi terakhir, berusia muda, mulai 19 hingga 22 tahun. Sasaran deradikalisasi ini juga harus mengena ke kelompok-kelompok inklusif atau mereka yang menutup diri.
(nag)
Berita Terkait
Korban Penyerangan,...
Korban Penyerangan, Kondisi Wakapolres Karanganyar dan Sopirnya Membaik
Pelaku Penyerangan Wakapolres...
Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar Tewas Setelah Ditembak 3 Kali
Rusak Diserang Massa,...
Rusak Diserang Massa, Polisi dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Mapolsek Sugai Pagu
Wakapolres Karanganyar...
Wakapolres Karanganyar Selamat dari Serangan OTK
Briptu Mario Sanoy Gugur...
Briptu Mario Sanoy Gugur Dibunuh di Dalam Pos Polisi yang Diserang Sejumlah Orang
Penjagaan Diperketat...
Penjagaan Diperketat Usai Penyerangan Polisi di Cemoro Kandang
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
48 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved