Parah, 20 Orang Jadi 'Tumbal' Jalan Rusak di Bekasi
Rabu, 05 April 2017 - 17:01 WIB
Parah, 20 Orang Jadi 'Tumbal' Jalan Rusak di Bekasi
A
A
A
BEKASI - Polres Metro Bekasi menyebutkan selama kurun 3 bulan sebanyak 20 orang tewas dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kota Bekasi. Penyebabnya, kecelakaan lalu lintas itu dipicu karena kelalaian pengendara dan kondisi jalan yang berlubang akibat musim penghujan.
”Hingga awal bulan ini tercatat 20 orang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas,” ujar Kasat Lalu Lintas (Lantas), Polres Metro Bekasi Kota, AKBP I Nengah Puto, Rabu (5/4/2017).
Menurut dia, untuk keseluruhan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 118 kejadian. Dari 118 kejadian tersebut, kata dia, 20 diantaranya korbannya meninggal dunia, lima orang korban luka ringan dan 119 luka berat.
Data tersebut dihimpun sejak Januari 2017. Sedangkan, potensi kecelakaan lalu lintas sebetulnya bisa terjadi di ruas jalan manapun di wilayahnya.
Namun kecelakaan lalu lintas itu lebih didominan terjadi di tiga ruas jalan. Diantaranya, Jalan Raya Narogong, Jalan Raya Sultan Agung dan Jalan Raya KH. Noer Ali (Kalimalang). "Ketiga ruas jalan tersebut termasuk jalur pantura, akses pengendara melaju dari satu kota ke kota lain,” katanya.
I Nengah menjelaskan, Jalan Raya Narogong merupakan ruas jalan milik Provinsi yang menghubungkan Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dan Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Bahkan, jalan ini beberapa waktu lalu disebut Black Spot Area (area rawan kecekaan lalu lintas) atau jalur tengkorak.
Di sepanjang ruas jalan tersebut, kata dia, banyak berdiri pabrik industri, dimana, truk-truk logistik kerap melintas tiap harinya di ruas jalan tersebut. Apalagi, wilayah Bantar Gebang termasuk kawasan Industri yang ada di Kota Bekasi. ”Kontruksi jalan tersebut juga kurang baik,” ungkapnya.
Sedangkan, di ruas Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) dan Jalan Raya Sultan Agung yang merupakan ruas jalan negara sering terjadi kecelakaan. Sama seperti ruas Jalan Raya Narogong, dua ruas jalan tersebut pun merupakan ruas jalan yang jadi akses pengendara melaju dari Kota Bekasi menuju DKI Jakarta dan sebaliknya.
Bahkan, kata dia, di musim arus mudik lebaran, jalur tersebut menjadi jalan penghubung pengendara menuju kampung halamannya yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ditambah di Jalan Kalimalang sedang ada pembangunan tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).
”Karena ada pengerjaan Becakayu, kontur jalan banyak yang berlubang akibat alat berat dan pengerjaan, serta cuaca ekstrim,” jelasnya. Namun, kecelakaan tersebut bukan hanya diakibatkan oleh konstruksi jalan rusak semata. Kebanyakan diakibatkan oleh kelalaian manusianya.
Seperti, kejadian kecelakaan pada Sabtu 1 April 2017 menewaskan Endang Supriatingsih. Dimana, korban yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario 125 cc dari arah Bantar Gebang menuju Bekasi Timur saat itu mencoba membalap truk B 9666 HH yang dikemudikaa Edy Suyanto dari sebelah kiri.
Rupanya, sisi jalan kiri jalan tersebut berlubang. Karena terkejut, korban banting stang kemudi ke arah kanan. Sayangnya, ujung stang menyenggol badan truk hingga korban jatuh ke kolong truk. Sehingga dalam waktu singkat, tubuh dan kepala korban terlindas dan korban tewas seketika.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan, pihaknya sudah meminta Pemprov Jawa Barat untuk segera memperbaiki sepanjang Jalan Narogong. ”Kerusakan jalan tidak semuanya, ada yang berlubang, tidak semua rusak parah,” tegasnya.
Sedangkan, kata dia, untuk dua Jalan Sultan Agung dan Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) kewenanganya ada di pemerintah pusat. Menurut dia, pemerintah daerah sudah meminta pusat untuk segera memperbaiki kedua ruas jalan tersebut.”Kerusakanya tidak begitu parah,” tukasnya.
”Hingga awal bulan ini tercatat 20 orang meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas,” ujar Kasat Lalu Lintas (Lantas), Polres Metro Bekasi Kota, AKBP I Nengah Puto, Rabu (5/4/2017).
Menurut dia, untuk keseluruhan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 118 kejadian. Dari 118 kejadian tersebut, kata dia, 20 diantaranya korbannya meninggal dunia, lima orang korban luka ringan dan 119 luka berat.
Data tersebut dihimpun sejak Januari 2017. Sedangkan, potensi kecelakaan lalu lintas sebetulnya bisa terjadi di ruas jalan manapun di wilayahnya.
Namun kecelakaan lalu lintas itu lebih didominan terjadi di tiga ruas jalan. Diantaranya, Jalan Raya Narogong, Jalan Raya Sultan Agung dan Jalan Raya KH. Noer Ali (Kalimalang). "Ketiga ruas jalan tersebut termasuk jalur pantura, akses pengendara melaju dari satu kota ke kota lain,” katanya.
I Nengah menjelaskan, Jalan Raya Narogong merupakan ruas jalan milik Provinsi yang menghubungkan Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dan Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Bahkan, jalan ini beberapa waktu lalu disebut Black Spot Area (area rawan kecekaan lalu lintas) atau jalur tengkorak.
Di sepanjang ruas jalan tersebut, kata dia, banyak berdiri pabrik industri, dimana, truk-truk logistik kerap melintas tiap harinya di ruas jalan tersebut. Apalagi, wilayah Bantar Gebang termasuk kawasan Industri yang ada di Kota Bekasi. ”Kontruksi jalan tersebut juga kurang baik,” ungkapnya.
Sedangkan, di ruas Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) dan Jalan Raya Sultan Agung yang merupakan ruas jalan negara sering terjadi kecelakaan. Sama seperti ruas Jalan Raya Narogong, dua ruas jalan tersebut pun merupakan ruas jalan yang jadi akses pengendara melaju dari Kota Bekasi menuju DKI Jakarta dan sebaliknya.
Bahkan, kata dia, di musim arus mudik lebaran, jalur tersebut menjadi jalan penghubung pengendara menuju kampung halamannya yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ditambah di Jalan Kalimalang sedang ada pembangunan tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).
”Karena ada pengerjaan Becakayu, kontur jalan banyak yang berlubang akibat alat berat dan pengerjaan, serta cuaca ekstrim,” jelasnya. Namun, kecelakaan tersebut bukan hanya diakibatkan oleh konstruksi jalan rusak semata. Kebanyakan diakibatkan oleh kelalaian manusianya.
Seperti, kejadian kecelakaan pada Sabtu 1 April 2017 menewaskan Endang Supriatingsih. Dimana, korban yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario 125 cc dari arah Bantar Gebang menuju Bekasi Timur saat itu mencoba membalap truk B 9666 HH yang dikemudikaa Edy Suyanto dari sebelah kiri.
Rupanya, sisi jalan kiri jalan tersebut berlubang. Karena terkejut, korban banting stang kemudi ke arah kanan. Sayangnya, ujung stang menyenggol badan truk hingga korban jatuh ke kolong truk. Sehingga dalam waktu singkat, tubuh dan kepala korban terlindas dan korban tewas seketika.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan, pihaknya sudah meminta Pemprov Jawa Barat untuk segera memperbaiki sepanjang Jalan Narogong. ”Kerusakan jalan tidak semuanya, ada yang berlubang, tidak semua rusak parah,” tegasnya.
Sedangkan, kata dia, untuk dua Jalan Sultan Agung dan Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) kewenanganya ada di pemerintah pusat. Menurut dia, pemerintah daerah sudah meminta pusat untuk segera memperbaiki kedua ruas jalan tersebut.”Kerusakanya tidak begitu parah,” tukasnya.
(ysw)