Diduga Melakukan Malapraktik, RS Bersalin Rachmi Dilaporkan ke Polda DIY

Kamis, 30 Maret 2017 - 18:50 WIB
Diduga Melakukan Malapraktik,...
Diduga Melakukan Malapraktik, RS Bersalin Rachmi Dilaporkan ke Polda DIY
A A A
YOGYAKARTA - RS Bersalin Rachmi dan dua orang dokternya dilaporkan ke Polda DIY karena dianggap terlambat memberikan pertolongan medis proses melahirkan bayi yang dikandung Putri Nur Madiyan Sari, warga Wirobrajan. Akibatnya sang anak perempuan yang diberi nama Sekar Ayu Pudjahastuti lahir dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kepada petugas dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY Putri menyebut, pada 4 Desember 2016 sekira pukul 08.30 WIB mengalami pecah ketuban di RS Bersalin Rachmi.

Air ketuban yang keluar berwarna hijau. Dari kejadian tersebut, dirinya baru mendapatkan pemeriksaan dari dokter pada sore harinya sekira pukul 18.45 dalam bentuk USG dengan hasil bayi di dalam kandungan telah meninggal dan air ketuban telah habis.

“Saya datang ke rumah sakit untuk ikut senam hamil. Pagi itu sebelum senam saya ke kamar mandi, namun ternyata di toilet ketuban pecah. Langsung memanggil perawat dan dibawa ke UGD untuk kemudian diperiksa,” jelasnya.

Namun hingga sore hari pemeriksaan baru dilakukan oleh perawat dengan menyebut, kondisi bayi dan air ketuban normal.

Hingga akhirnya keluarga mendesak agar dokter melakukan pemeriksaan hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan pada pukul 18.45 WIB dengan USG yang dihasilkan bayi sudah tidak memiliki denyut nadi dan air ketuban sudah habis.

Dari kejadian tersebut, dokter masih menyarankan agar bayi dilahirkan secara normal agar mempercepat proses kehamilan anak selanjutnya.

“Saya kembali diberi pemacu untuk mempercepat kontraksi dan bayi yang sudah meninggal bisa dilahirkan dengan cara normal. Anak saya lahir esok harinya sekira pukul 05.15 WIB dalam kondisi meninggal,” timpal Putri.

Dengan kejadian tersebut Putri menyebut, pihaknya berusaha untuk mendapatkan keadilan secara hukum.

Diharapkan adanya peninjauan terhadap prosedur dan keberadaan tim medis di rumah sakit tersebut. Hal itu diklaim, dengan harapan jangan ada lagi korban seperti yang dialami oleh anak pegawai di Kemendagri tersebut.

Sementara berdasarkan kronologis yang dialami, pihak keluarga sebelumnya sudah pernah mengadukan kejadian yang dialami ke Polda DIY. Dan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus telah ditunjuk dua oran penyidik untuk menangani aduan tersebut pada Februari 2017 lalu.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menyebut, kepolisian sebagai lembaga pelayanan tentu saja akan menerima laporan dari seluruh lapisan masyarakat. Laporan tersebut akan ditindalanjuti sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku. “Akan dilanjutkan dengan pencermatan dan pemeriksaan awal untuk mendalami laporannya,” jelasnya.

Terpisah upaya KORAN SINDO untuk mendapatkan konfirmasi ke pihak RS Rachmi belum membuahkan hasil. Dr Irwan T Rachman yang menjadi pihak terakhir memeriksan an pemberi surat kematian bayi Sekar Ayu Pudjahastuti belum bisa dihubungi. Dari sekretarisnya Robani, disebut dokter Irwan tidak ada di tempat.

Sementara itu upaya untuk menghubungi kuasa hukum RS Bersalin Rachmi Rinanto Suryadinata juga tidak membuahkan hasil. Nomor telepon yang diperoleh KORAN SINDO ternyata tidak bisa dihubungi.
(sms)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
15 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved