Lemah Pelayanan, LKPJ Bupati Bekasi Banyak Sorotan Anggota Dewan

Jum'at, 24 Maret 2017 - 18:44 WIB
Lemah Pelayanan, LKPJ...
Lemah Pelayanan, LKPJ Bupati Bekasi Banyak Sorotan Anggota Dewan
A A A
BEKASI - DPRD Kabupaten Bekasi menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2012-2017. Namun, dalam LKPJ tersebut pelayanan masyarakat menjadi sorotan utama dalam lima tahun terakhir.

Selain pelayanan, terdapat sejumlah rekomendasi yang harus ditindaklanjuti dalam lima tahun ke depan. Sebab, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja dinilai kurang menyentuh aspek pelayanan. Karena lebih fokus infrastruktur tanpa menyentuh program pemberdayaan.

Pelayanan publik yang disorot di antaranya terkait pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu, peningkatan mutu pendidikan, pungutan liar pada sektor perizinan, serta persoalan ketenagakerjaan yang tidak kunjung terselesaikan. Bahkan, persoalan tenaga kerja dinilai perlu penanganan serius.

”Ada 50 rekomendasi Dewan yang disampaikan kepada Bupati. Rekomendasi yang disusun dari berbagai komisi ini menyoroti kinerja kepala daerah,” ujar Ketua Panitia Khusus LKPJ akhir masa jabatan Bupati 2012-2017, Syamsul Falah dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bekasi, Kamsi (23/3) malam.

Menurut dia, rekomendasi yang mencapai 50 tersebut. Ada berbagai persoalan yang disorot dari mulai kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik. Di sektor kesehatan, Dewan menyoroti pelayanan kesehatan yang harus ditingkatkan. Kemudian persoalan infrastruktur rumah sakit yang harus dibenahi.

Pembenahan, kata dia, harus dilakukan secara profesional meningat dalam beberapa program, perbaikan rumah sakit justru berujung pada kasus korupsi.

Sedangkan di sektor pendidikan, Dewan menilai perlu ada perbaikan infrastruktur seiring dengan banyaknya bangunan sekolah yang rusak.

Terakhir, atap SMA Negeri 1 Muaragembong yang ambruk hingga menimpa siswa. Meski SMA telah ditangani provinsi, tapi pembangunan sebelumnya menjadi kewenangan kabupaten. Kemudian soal pelayanan publik soal perizinan.”Kami soroti banyaknya laporan soal pungutan liar. Ini harus diberantas,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, pengurusan izin harus dibuat sederhana sehingga memudahkan para pemohon. Begitupun soal ketenagakerjaan, banyak persoalan yang hingga kini terus terjadi seperti tunjangan yang tidak dibayar atau yang baru soal banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja.
(pur)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Inspektorat Bekasi Klaim...
Inspektorat Bekasi Klaim Selamatkan Uang APBD 2019 Senilai Rp1,5 Miliar
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Berita Terkini
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
28 menit yang lalu
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
1 jam yang lalu
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
14 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
14 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
15 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved