Gending Sriwijaya Bakal Dievaluasi, Pemkot Kaji Tari Penyambutan Tamu

Rabu, 15 Maret 2017 - 21:32 WIB
Gending Sriwijaya Bakal...
Gending Sriwijaya Bakal Dievaluasi, Pemkot Kaji Tari Penyambutan Tamu
A A A
PALEMBANG - Demi menunjukkan indentitas Palembang Darussalam, Dinas Kebudayaan Kota Palembang tengah menggagas tarian sambut Palembang Darussalam. Rencananya tarian ini sebagai penganti tari sambut sebelumnya, yakni Tari Gending Sriwijaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sudirman Teguh menjelaskan, pihaknya menilai selama ini kalau ada tamu atau penyambutan pakai Tari Gending Sriwijaya atau Tari Tanggai. Padahal tarian itu tidak mencerminkan adat istiadat Kesultanan Palembang.

Menurutnya, dari gerakan, pakaian penari, dan musik dalam Tari Gending Sriwijaya indentik dengan ajaran Hindu-Budha.
Oleh karena itu, lanjut Sudirman, Palembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sudah saatnya memiliki tarian sendiri. Perlu ada evaluasi gerakan, lagu atau musik pengiring, dan pakaian yang dipakai penari yang bernuansa Islami.

"Kalau ditanya bagaimana gerakkannya saya tidak tahu, saya bukan ahli tari. Tapi kami dari Kebudayaan mendiskusikan dengan ahli tari, seniman atau budayawan soal ini. Mereka mendukung dan lebih paham," ujar Sudirman di ruang kerjanya, Rabu (15/3/2017).

Direncanakan, akan digelar lomba cipta tari Sambut Palembang Darussalam tersebut. Perlombaan dilaksanakan setelah pemilihan Duta Budaya. "Mungkin sekitar akhir bulan April mendatang," jelas dia.

Selanjutnya, tari Sambut Palembang Darussalam akan diperkenalkan ke masyarakat luas, termasuk di pelajari di sekolah-sekolah. Lalu, nasib tari Gending Sriwijaya tetap akan ada, namun untuk dipakai oleh Pemerintah Provinsi Sumsel.

"Tari Gending Sriwijaya nanti ditarik oleh Pemprov Sumsel. Dan tari Sambut Palembang Darussalam akan diatur dalam Peraturan Daerah Kota Palembang," terangnya.

Terpisah, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), Vebri Al-Lintani mengatakan, tari Gending Sriwijaya dulu diciptakan untuk menyambut pemerintah Jepang. Pertama kali ditarikan di depan Masjid Agung tujuh hari sebelum kemerdekaan. "Setelah itu tari ini menjadi tari sambut di Sumsel," ulas dia.

Diceritakan Vebri, gerakan tari ini diciptakan oleh Tina Haji Gong dan Sukainan A Rozak. Lagu Gending Sriwijaya adalah lagu Sriwijaya Jaya yang diciptakan oleh A Dahlan M.

Sedangkan syair lagu Gending Sriwijaya diciptakan oleh tim yang diketuai oleh Nungtjik AR, ketika itu menjabat sebagai Kepala Kantor Hadohan (Departeman Panerangan Jepang).

Namun, pada 1965 PKI meletus karena Nungtjik AR, pencipta syair lagu Gending Sriwijaya terlibat PKI. Setelah itu, hampir beberapa lama tari ini tidak mainkan. Untuk menutupi tari sambut, maka gerakan Tari Gending Sriwijaya lagunya diganti lagu Enam Bersaudara, jadilah tari Tanggai yang sering ditarikan saat acara pernikahan.

"Tari Gending Sriwijaya kemudian dimantapkan sebagai tari sambut tamu agung, sedangkan tari Tanggai untuk tamu biasa," jelasnya.

Adapun terkait gagasan tari sambut baru, Vebri mendukung penuh. Menurutnya Palembang sebagai daerah otonom harus memiliki tari sendiri, makanya nilai-nilai yang ada bukan dari Kerajaan Sriwijaya tetapi nilai-nilai Palembang Darussalam yang Islami. Kita harus punya tari yang lebih menjiwai.

"Sebenarnya kami sudah membicarakan ini sudah lama, sejak pemerintahan sebelumnya. Alhamdulillah sekarang Dinas Kebudayaan Palembang merespon baik. Bahkan saat ini sudah mengumpulkan ahli-ahli tari," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pemerintah Kota Palembang...
Pemerintah Kota Palembang Akhiri PSBB 2 Juni 2020
Besok, Kota Palembang...
Besok, Kota Palembang Terapkan PSBB
Diguyur Hujan Ekstrem,...
Diguyur Hujan Ekstrem, Kota Palembang Dikepung Banjir
Pempek Dinobatkan sebagai...
Pempek Dinobatkan sebagai Makanan Seafood Terenak Ke-4 Dunia
Perahu Ini Jadi Ikon...
Perahu Ini Jadi Ikon Baru di Pinggiran Sungai Musi
HD Dukung Program Pembangunan...
HD Dukung Program Pembangunan Kota Palembang
Berita Terkini
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
21 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
1 jam yang lalu
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
1 jam yang lalu
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
5 jam yang lalu
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
5 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved