Jambret Handphone Pelajar, Sepasang Rampok Kritis Dihajar Massa
Minggu, 12 Maret 2017 - 19:32 WIB
Jambret Handphone Pelajar, Sepasang Rampok Kritis Dihajar Massa
A
A
A
JAKARTA - Sepasang rampok jalanan, Bonca (37) dan Pandu (20) harus tak sadarkan diri di Rumah Sakit Kramat Djati, Jakarta Timur. Keduanya tak berdaya dan koma usai di hajar massa di kawasan Jalan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (3/3/2017).
Hingga sepekan lamanya, dua pelaku ini masih mengalami pendarahan berat. Kepalanya terluka parah karena diserang hujani benda tumpul bertubi tubi saat dikroyok warga.
Kanit Reskrim Polsek Tambora Jakarta Barat, AKP Antonius mengatakan, kejadian ini bermula saat kedua pemuda nekat melakukan perampokan terhadap seorang pelajar sepekan lalu. Kala itu, korban, Stepanus Sebastian (14) dan Sudarsono (44) melintas di kawasan tubagus Angke.
Bermodal tampang garang dan senjata tajam, keduanya kemudian melakukan perampokan terhadap Stepanus yang kala itu hendak berangkat les."Pelaku memaksa korbanya menyerahkan handphone, korban kemudian menyerahkan," terang Antonius, Minggu (12/3/2017).
Dalam kondisi ketakutan, Stepanus dan Sudarsono kemudian berteriak meminta pertolongan warga dan mengundang perhatian. Seketika, sejumlah warga kemudian mengejar pelaku.
Tepat di bawah fly over Tol Wiyoto Wiyono. Pelaku tak berkutik ketika kendaraannya terjebak macet. "Beberapa warga kemudian menyerangnya secara membabi buta," tutur Anton.
Tak hanya menghujani bogem mentah, sejumlah warga juga mulai melakukan penyerangan menggunakan besi dan balok kayu, kondisi ini membuat ketiga babak belur di sekujur tubuh.
Beruntung dalam aksi main hakim itu, anggota polisi ada di lokasi, mereka kemudian mengevakuasi korbanya yang tak sadar diri dan sudah babak belur di hajar massa. Atas pebuatanya, dua pelaku ini dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
Hingga sepekan lamanya, dua pelaku ini masih mengalami pendarahan berat. Kepalanya terluka parah karena diserang hujani benda tumpul bertubi tubi saat dikroyok warga.
Kanit Reskrim Polsek Tambora Jakarta Barat, AKP Antonius mengatakan, kejadian ini bermula saat kedua pemuda nekat melakukan perampokan terhadap seorang pelajar sepekan lalu. Kala itu, korban, Stepanus Sebastian (14) dan Sudarsono (44) melintas di kawasan tubagus Angke.
Bermodal tampang garang dan senjata tajam, keduanya kemudian melakukan perampokan terhadap Stepanus yang kala itu hendak berangkat les."Pelaku memaksa korbanya menyerahkan handphone, korban kemudian menyerahkan," terang Antonius, Minggu (12/3/2017).
Dalam kondisi ketakutan, Stepanus dan Sudarsono kemudian berteriak meminta pertolongan warga dan mengundang perhatian. Seketika, sejumlah warga kemudian mengejar pelaku.
Tepat di bawah fly over Tol Wiyoto Wiyono. Pelaku tak berkutik ketika kendaraannya terjebak macet. "Beberapa warga kemudian menyerangnya secara membabi buta," tutur Anton.
Tak hanya menghujani bogem mentah, sejumlah warga juga mulai melakukan penyerangan menggunakan besi dan balok kayu, kondisi ini membuat ketiga babak belur di sekujur tubuh.
Beruntung dalam aksi main hakim itu, anggota polisi ada di lokasi, mereka kemudian mengevakuasi korbanya yang tak sadar diri dan sudah babak belur di hajar massa. Atas pebuatanya, dua pelaku ini dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
(poe)