Pencuri Modus Ganjal ATM Dibekuk Polisi saat Beraksi
Kamis, 09 Maret 2017 - 20:50 WIB
Pencuri Modus Ganjal ATM Dibekuk Polisi saat Beraksi
A
A
A
PALEMBANG - Aksi nekat pencurian uang nasabah bermodus ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dilakukan ER Yose (25), dan Ibrahim (28), Kamis (9/3/2017) gagal total.
Sebab, mereka justru ditangkap aparat Satuan Sabhara Polresta Palembang, saat baru saja hendak beraksi di salah satu mesin ATM di Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar tak jauh dari kampus Universitas Sriwijaya.
Kasat Sabhara Polresta Palembang, Kompol Rahmad S Pakpahan yang dikonfirmasi mengatakan, tertangkapnya kedua tersangka berawal dari kecurigaan petugas keamanan mesin ATM terhadap kedua tersangka.
Dimana saat itu kedua tersangka terlihat sedang memasukkan sebuah benda ke dalam tempat kartu mesin ATM tersebut.
Dari kecurigaan itulah, petugas keamanan tersebut menginformasikan kepada polisi yabg sedang melakukan patroli.
"Jadi, anggota kita dan petugas keamanan di sana melakukan pengintaian terhadap kedua tersangka. Nah, ketika dia sedang beraksi di dalam mesin ATM itu, kita langsung melakukan penangkapan dan kita amankan di Polresta Palembang," terang Pakpahan.
Selanjutnya, sambung Pakpahan, kedua tersangka akan diserahkan ke Satreskrim Polresta Palembang guna penyelidikan lebih lanjut.
"Dua tersangka dan barang bukti berupa tiga ATM milik korban yang tersangkut akan kita limpahkan ke Satreskrim untuk pengembangan ," tandasnya.
Sementara itu, tersangka Yose mengaku nekat melakukan aksi itu lantaran butuh uang membeli obat anaknya yang sedang sakit.
Dimana modus yang digunakannya yakni dengan cara menukar terlebih dahulu nomor call center yang ada di mesin ATM tersebut dengan nomor telpon miliknya.
Kemudian, ia memasang plastik mika di tempat memasukan kartu ATM tersebut. Alhasil, gara-gara ulahnya itu kartu ATM korbannya dipastikan akan tersangkut dan menelpon nomor call center yang sudah ditukar oleh kawanan tersangka.
"Saya belajar dari Internet, sudah beberapa kali beraksi di kawasan Prabumulih dan Palembang. Sekali beraksi, uang yang didapatkan tidak tentu, kalau total keseluruhan ada sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta," kata Yose.
Sedangkan, tersangka Ibrahim membantah kalau dirinya merupakan komplotan Yose. Menurutnya, ia baru mengenali temannya itu dan diajak ke ATM untuk mengambil uang.
"Saya menunggu di luar, dia yang bekerja di dalam. Saya tidak tahu, kalau bobol ATM baru satu kali ini ikut dia," tuturnya.
Sebab, mereka justru ditangkap aparat Satuan Sabhara Polresta Palembang, saat baru saja hendak beraksi di salah satu mesin ATM di Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar tak jauh dari kampus Universitas Sriwijaya.
Kasat Sabhara Polresta Palembang, Kompol Rahmad S Pakpahan yang dikonfirmasi mengatakan, tertangkapnya kedua tersangka berawal dari kecurigaan petugas keamanan mesin ATM terhadap kedua tersangka.
Dimana saat itu kedua tersangka terlihat sedang memasukkan sebuah benda ke dalam tempat kartu mesin ATM tersebut.
Dari kecurigaan itulah, petugas keamanan tersebut menginformasikan kepada polisi yabg sedang melakukan patroli.
"Jadi, anggota kita dan petugas keamanan di sana melakukan pengintaian terhadap kedua tersangka. Nah, ketika dia sedang beraksi di dalam mesin ATM itu, kita langsung melakukan penangkapan dan kita amankan di Polresta Palembang," terang Pakpahan.
Selanjutnya, sambung Pakpahan, kedua tersangka akan diserahkan ke Satreskrim Polresta Palembang guna penyelidikan lebih lanjut.
"Dua tersangka dan barang bukti berupa tiga ATM milik korban yang tersangkut akan kita limpahkan ke Satreskrim untuk pengembangan ," tandasnya.
Sementara itu, tersangka Yose mengaku nekat melakukan aksi itu lantaran butuh uang membeli obat anaknya yang sedang sakit.
Dimana modus yang digunakannya yakni dengan cara menukar terlebih dahulu nomor call center yang ada di mesin ATM tersebut dengan nomor telpon miliknya.
Kemudian, ia memasang plastik mika di tempat memasukan kartu ATM tersebut. Alhasil, gara-gara ulahnya itu kartu ATM korbannya dipastikan akan tersangkut dan menelpon nomor call center yang sudah ditukar oleh kawanan tersangka.
"Saya belajar dari Internet, sudah beberapa kali beraksi di kawasan Prabumulih dan Palembang. Sekali beraksi, uang yang didapatkan tidak tentu, kalau total keseluruhan ada sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta," kata Yose.
Sedangkan, tersangka Ibrahim membantah kalau dirinya merupakan komplotan Yose. Menurutnya, ia baru mengenali temannya itu dan diajak ke ATM untuk mengambil uang.
"Saya menunggu di luar, dia yang bekerja di dalam. Saya tidak tahu, kalau bobol ATM baru satu kali ini ikut dia," tuturnya.
(nag)