Hasil Kajian Bappenas Beri Peran DKI Soal Reklamasi

Selasa, 07 Maret 2017 - 12:26 WIB
Hasil Kajian Bappenas...
Hasil Kajian Bappenas Beri Peran DKI Soal Reklamasi
A A A
JAKARTA - Kajian reklamasi teluk Jakarta yang dilakukan oleh Kementerian/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendapatkan apresiasi. Salah satunya dari Pakar Tata Air Perkotaan Universitas Indonesia dan Pendiri Indonesia Water Institute, Dr Firdaus Ali.

"Rekomendasi dari hasil kajian itu menunjukkan bahwa Bappenas juga melihat urgensi pelaksanaan reklamasi di pantai utara Jakarta dikaitkan dengan semakin kritisnya daya tampung dan daya dukung ruang di Ibu Kota," kata Firdaus Ali dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/3/2017).

Menurut Wakil Presiden Dewan Air Asia (Asia Water Council/AWC) ini, proyek reklamasi yang disinergikan dengan Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) akan membawa manfaat bagi Penataan dan Pengembangan Teluk Jakarta baik secara lingkungan, sosial, maupun ekonomi.

"Proyek ini akan turut memperbaiki ekosistem pantai Jakarta yang puluhan tahun sudah rusak parah akibat beban pencemaran yang baik mengalir melalui 13 sungai maupun yang dibuang langsung ke badan air di Teluk Jakarta," katanya.

Firdaus juga menilai, rekomendasi Bappenas yang tetap memberi ruang strategis kepada Pemprov DKI Jakarta dalam pelaksanaan reklamasi. Menurutnya, Pemprov DKI tak hanya sebagai pihak yang paling berkepentingan dengan proyek reklamasi, namun juga memahami dengan baik proyek yang telah direncanakan sejak 22 tahun lalu ini. "Mencermati kondisi Pantura dan Teluk Jakarta saat ini," ujarnya.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, pernah mengatakan, bahwa reklamasi dan pembangunan tanggul laut diperlukan untuk memperbaiki daya dukung ruang Pantura dan mencegah dampak buruk penurunan permukaan tanah di Jakarta. Menurut Luhut, kajian dan rencana reklamasi Teluk Jakarta sudah sejak lama dilakukan oleh pakar dalam negeri maupun dari tim Port of Rotterdam, perusahaan asal Belanda.

"Menurut studi itu, bila reklamasi dan pembangunan tanggul laut tidak segera dilakukan, Jakarta akan kehilangan daratan akibat laju penurunan permukaan tanah yang sangat tinggi, sekitar 10 sentimeter per tahun,” kata Luhut.
(mhd)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
14 menit yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
40 menit yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
40 menit yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
1 jam yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved