Ini Faktor Penyebab Tawuran Kembali Marak di Jakarta
Selasa, 07 Maret 2017 - 11:08 WIB
Ini Faktor Penyebab Tawuran Kembali Marak di Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Tawuran lanjutan antara warga Gang Tuyul dan Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, kembali pecah pada Senin sore, kemarin. Sebelumnya pada hari Minggu, dua orang warga dikabarkan tewas dalam aksi bentrokan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Sosial dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA), Gilang Kumari Putra menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab maraknya tawuran di Jakarta.
Pertama, faktor ekonomi. "Jumlah pengangguran terus bertambah. Aktivitas positif mereka minim. Sementara kebutuhan hidup semakin hari meningkat," kata Gilang saat dihubungi Sindonews, Selasa (7/3/2017). (Baca juga: Ini Solusi Agar Tawuran Tak Kembali Terjadi )
Gilang melanjutkan, faktor kedua yang memicu perkelahian antar kelokpok yaitu geografis. Di Jakarta, masih banyak pemukiman padat penduduk dan kumuh."Di Jakarta ini kebanyakan tawuran terjadi di lokasi padat penduduk dan wilayah kumuh. Ada masalah sedikit mudah tersulut tanpa pertimbangan," jelasnya.
Faktor selanjutnya, Pendidikan, pemahaman agama, dan komunikasi di dalam keluarga." Faktor pendidikan menentukan. Mereka yang berpendidikan tinggi tentu akan memilih untuk tidak ikut tawuran.
Tentunya dengan landasan agama yang kuat. Karena di agama diajarkan bagaimana cara bergaul dengan adab yang baik. Selain itu, kita juga harus tahu bagaimana komunikasinya di keluarga. Apakah dia sering dilibatkan selaku anggota keluarga," urainya.
Selain faktor di atas, peredaran gelap narkotika dan minuman keras juga menjadi penyebab bentrokan kerap terjadi. (Baca juga: Tawuran Memakan Korban, Pengamat: Biasanya Itu Demi Gengsi Kelompok )
"Biasanya yang tawuran itu mereka yang sudah terkena pengaruh narkotika atau miras. Jadi akal sehat mereka sudah tidak berfungsi dan hanya mengandalkan nafsu. Perlu dilihat juga lingkungan sekitar seperti apa," tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Sosial dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA), Gilang Kumari Putra menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab maraknya tawuran di Jakarta.
Pertama, faktor ekonomi. "Jumlah pengangguran terus bertambah. Aktivitas positif mereka minim. Sementara kebutuhan hidup semakin hari meningkat," kata Gilang saat dihubungi Sindonews, Selasa (7/3/2017). (Baca juga: Ini Solusi Agar Tawuran Tak Kembali Terjadi )
Gilang melanjutkan, faktor kedua yang memicu perkelahian antar kelokpok yaitu geografis. Di Jakarta, masih banyak pemukiman padat penduduk dan kumuh."Di Jakarta ini kebanyakan tawuran terjadi di lokasi padat penduduk dan wilayah kumuh. Ada masalah sedikit mudah tersulut tanpa pertimbangan," jelasnya.
Faktor selanjutnya, Pendidikan, pemahaman agama, dan komunikasi di dalam keluarga." Faktor pendidikan menentukan. Mereka yang berpendidikan tinggi tentu akan memilih untuk tidak ikut tawuran.
Tentunya dengan landasan agama yang kuat. Karena di agama diajarkan bagaimana cara bergaul dengan adab yang baik. Selain itu, kita juga harus tahu bagaimana komunikasinya di keluarga. Apakah dia sering dilibatkan selaku anggota keluarga," urainya.
Selain faktor di atas, peredaran gelap narkotika dan minuman keras juga menjadi penyebab bentrokan kerap terjadi. (Baca juga: Tawuran Memakan Korban, Pengamat: Biasanya Itu Demi Gengsi Kelompok )
"Biasanya yang tawuran itu mereka yang sudah terkena pengaruh narkotika atau miras. Jadi akal sehat mereka sudah tidak berfungsi dan hanya mengandalkan nafsu. Perlu dilihat juga lingkungan sekitar seperti apa," tutupnya.
(pur)