Tawuran Memakan Korban, Pengamat: Biasanya Itu Demi Gengsi Kelompok
Selasa, 07 Maret 2017 - 10:15 WIB
Tawuran Memakan Korban, Pengamat: Biasanya Itu Demi Gengsi Kelompok
A
A
A
JAKARTA - Aksi awuran antara warga Gang Tuyul dan Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, terbilang sadis. Hal itu lantaran dua orang tewas saat bentrokan terjadi pada Minggu 5 Maret 2017 kemarin.
Pengamat Sosial dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA), Gilang Kumari Putra mengatakan, kejadian tewasnya salah satu anggota kelompok dilatarbelakangi prestise.
"Tawuran itu intinya mereka mau saling melukai bahkan memakan korban," kata Gilang saat dihubungi SINDOnews, Selasa (7/3/2017).
(Baca juga: Ini Solusi Agar Tawuran Tak Kembali Terjadi )
Diketahui, Sutan Rafi Hakim (16) dan Fikri Fadhlur (21) tewas setelah tertembak senapan angin di bagian dada. "Kalau ada yang tewas ya mereka beranggapan gengsi mereka itu naik. Ada semacam prestis tersendiri kalau sampai bikin lawan meninggal," tuturnya.
Kedua korban tewas akibat senapan angin tersebut langsung dilarikan ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi.
Pengamat Sosial dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA), Gilang Kumari Putra mengatakan, kejadian tewasnya salah satu anggota kelompok dilatarbelakangi prestise.
"Tawuran itu intinya mereka mau saling melukai bahkan memakan korban," kata Gilang saat dihubungi SINDOnews, Selasa (7/3/2017).
(Baca juga: Ini Solusi Agar Tawuran Tak Kembali Terjadi )
Diketahui, Sutan Rafi Hakim (16) dan Fikri Fadhlur (21) tewas setelah tertembak senapan angin di bagian dada. "Kalau ada yang tewas ya mereka beranggapan gengsi mereka itu naik. Ada semacam prestis tersendiri kalau sampai bikin lawan meninggal," tuturnya.
Kedua korban tewas akibat senapan angin tersebut langsung dilarikan ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi.
(pur)