Ada Kakek Lumpuh Tinggal di Kandang Ayam, Marheinis: Saya Sangat Berdosa

Senin, 27 Februari 2017 - 02:08 WIB
Ada Kakek Lumpuh Tinggal...
Ada Kakek Lumpuh Tinggal di Kandang Ayam, Marheinis: Saya Sangat Berdosa
A A A
BLITAR -

Kabupaten Blitar harus malu dengan terkuaknya, Miswan (75), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, yang selama enam tahun hidup dalam kondisi lumpuh dan menggantungkan hidupnya pada uluran tangan warga sekitar.

Dia tinggal bertahun-tahun sebatang kara di bekas kandang ayam yang sudah reot dan sangat tidak layak. Selama ini, belum ada perhatian dari pemerintah setempat yang berusaha memberikan pertolongan berupa pengobatan dan tempat tinggal layak.

Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo saat mengunjungi Miswan mengaku sangat berdosa melihat kondisi salah satu warganya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Dia tidak menyangka Kabupaten Blitar yang memiliki kekuatan anggaran hingga triliunan rupiah, beragam pos anggaran, ternyata masih ada warganya yang hidup di kandang ayam.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Harus segera ada langkah kongkrit dari pemerintah. Sebagai pimpinan saya merasa telah berdosa membiarkan warga saya hidup dalam kondisi seperti ini, "ujar Marheinis sedih. (Baca juga: Miris, 6 tahun Kakek Lumpuh Hidup Sendiri di Bekas Kandang Ayam )

Marheinis mengaku tidak sengaja mendengar informasi itu (Miswan). Begitu mendengar, dia sontak memutar rute hobi bersepedanya menuju gubuk Miswan, yang tak jauh dari rute olah raganya.

Sesampainya di gubuk reot Miswan, Marheinis mengaku tak tahan dengan kondisi warganya tersebut. Tak pikir panjang, dia langsung memberikan bantuan beras dan beberapa kebutuhan urgent lain. Bahkan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar itu memanggulnya sendiri. "Saya sebagai pimpinan sangat berdosa melihat kondisi ini," terangnya.

Dia berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait, khususnya menyediakan hunian yang layak buat Miswan. "Kami juga akan cek, apakah yang bersangkutan sudah terdaftar dalam Program pengentasan kemiskinan seperti PKH atau BPJS atau belum, "pungkas Marheinis.
(pur)
Berita Terkait
Kemiskinan Jadi Alasan...
Kemiskinan Jadi Alasan PKI Pilih Bangkit di Blitar Selatan
Memprihatinkan! 10.650...
Memprihatinkan! 10.650 Warga Miskin Kota Blitar Berpenghasilan Rp500 Ribu Per Bulan
Gubernur Sulteng Minta...
Gubernur Sulteng Minta Pemerintah Kabupaten/Kota Fokus Kurangi Kemiskinan
PDIP Akui Pilkada Blitar...
PDIP Akui Pilkada Blitar dan Kediri Berpotensi Calon Tunggal
Ini Jurus Gus Menteri...
Ini Jurus Gus Menteri Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Penularan COVID-19 Warga...
Penularan COVID-19 Warga Kota Blitar Dari Kabupaten Blitar
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
3 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
4 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
5 jam yang lalu
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
6 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
7 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved