Kemiskinan Jadi Alasan PKI Pilih Bangkit di Blitar Selatan

Selasa, 27 September 2022 - 06:36 WIB
loading...
Kemiskinan Jadi Alasan PKI Pilih Bangkit di Blitar Selatan
Kebangkitan PKI di Blitar Selatan dilatarbelakangi faktor kemiskinan.Foto/ist
A A A
BLITAR - Kawasan Blitar Selatan, Jawa Timur dipilih Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk bangkit kembali. Di Blitar Selatan, para pimpinan PKI yang lolos dalam peristiwa 30 September 1965 atau G30S, menyiapkan taktik perjuangan bersenjata (Perjuta).

Perjuta yang melibatkan kekuatan rakyat secara penuh, merupakan praktik dari tesis Kritik Oto Kritik (KOK) Sudisman. Yakni sebuah tesis perlawanan yang terinspirasi dari tulisan Mao Tse Tung.

Lalu seperti apa situasi sosial dan alam Blitar Selatan pada tahun 1967-1968 itu?.
Rewang, salah seorang pimpinan PKI yang tertangkap di Blitar Selatan menyebut Blitar Selatan sebagai kawasan pegunungan tandus. Tanahnya mirip pegunungan seribu di sebelah selatan Solo dan Yogyakarta.

Baca juga: Ungkapan Penyesalan Ketua PKI DN Aidit Sebelum Tertangkap dan Ditembak Mati

"Sebagian daerah di Blitar bagian selatan, terhitung merupakan lahan baru dari bekas hutan jati," kata Rewang dalam buku Saya Seorang Revolusioner, Memoar Rewang.

Untuk menyambung hidup, mayoritas penduduk Blitar Selatan bergantung pada aktifitas bercocok tanam. Mereka melakukannya di sawah dan ladang yang memiliki sifat pengairan tadah hujan.

Dalam setahun penduduk Blitar Selatan hanya mengenal satu kali musim tanam dengan ketela pohon atau singkong sebagai tanaman utama. Singkong menjadi makanan pokok penduduk.

"Pada musim tanam, yang ditanam penduduk adalah padi gogo dan jagung. Sebagai tanaman selingan adalah kacang tanah dan kedelai".

Rewang menyebut kehidupan penduduk Blitar Selatan sangat miskin. Sehari-hari mereka makan tiwul yang dikonsumsi dua kali sehari. Nasi hanya diperuntukkan anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Kemiskinan membuat pakaian yang dikenakan penduduk selalu terlihat lusuh dan tak pernah ganti. Begitu juga dengan pendidikan anak-anak Blitar Selatan. Rata-rata hanya mengenyam sekolah sampai kelas IV SD.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1497 seconds (11.97#12.26)