Bareskrim Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Masjid di Kantor Wali Kota Jakpus

Minggu, 15 Januari 2017 - 16:36 WIB
Bareskrim Periksa 20...
Bareskrim Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Masjid di Kantor Wali Kota Jakpus
A A A
JAKARTA - Bareskrim Polri masih terus mengumpulkan data mengenai dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya telah memeriksa 20 saksi terait kasus ini. “Saksi ada sekitar 20 orang yang sudah diperiksa. Saat ini masih dilakukan pengumpulan data lagi. Bisa jadi ada saksi lain yang akan diperiksa.”

Sementara, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Ari Dono terkait dengan dugaan tersebut, Sylviana Murni yang pernah menjadi Wali Kota Jakarta Pusat juga akan diperiksa. “Nanti pada waktunya akan diperiksa, akan sampai bertahap. Nanti semua diinvestigasi dari data yang ada,” jelas Ari.

Ari mengakui, awal penyelidikan itu dari informasi di media sosial yang beredar luas. Dia menegaskan, pengusutan kasus tersebut sebagai inisiatif dari Bareskrim untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi. “Iya dong, ada info seperti itu dugaan tindak pidana, kan, kami otomatis lakukan penyelidikan. Kami masih mengumpulkan bahan keterangan untuk penyelidikannya. Itu kan muncul di media sosial, kita sedang kumpulkan data dan ini bukan laporan masyarakat.”

“Beberapa langkah telah dilakukan penyidik, salah satunya dengan melakukan pengecekan fisik di masjid berlantai dua yang dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja Daerah (APBD) 2010 sebesar Rp27 miliar. Dari data yang ada, kalau ditemukan bukti, akan kami gelar perkara, bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak,” jelas Ari.

Ari mengatakan, dalam penyelidikan kasus ini juga melibatkan ahli konstruksi. Ini dilakukan demi memastikan perihal apakah ada tindak pidana korupsi. “Kan kalau sudah bicara fisik kita pasti gunakan ahli konstruksi. Nanti hasilnya apa? Itu yang akan kita analisa. Ada gak dugaan pidana di situ?” jelasnya.
(pur)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
4 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
5 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
6 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
7 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
7 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
8 jam yang lalu
Infografis
10 Kota dengan Konsumsi...
10 Kota dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved