Situs Sejarah Kerajaan Mataram Islam di Tulungagung Dijual

Selasa, 20 Desember 2016 - 22:09 WIB
Situs Sejarah Kerajaan...
Situs Sejarah Kerajaan Mataram Islam di Tulungagung Dijual
A A A
TULUNGAGUNG - Pewaris Ndalem Kanjengan, yakni rumah yang sekaligus situs sejarah Kerajaan Mataram Islam di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung menawarkan aset untuk dibeli pemerintah daerah setempat. Sebagai langkah awal keluarga Ndalem Kanjengan telah menghibahkan tiga pusaka Keraton Mataram, yakni tombak Kanjeng Kiai Upas, Kiai Trisulo dan Kiai Puspo ke Pemkab Tulungagung.

“Kalau harganya sesuai tentu kita akan ambil (Ndalem Kanjengan),“ ujar Bupati Tulungagung Sahri Mulyo kepada wartawan.

Luas situs mencapai 2.173 meter persegi. Dua bangunan, yakni salah satunya bernama Ndalem Kanjengan menempati area 897 meter persegi.

Raden Mas Tumenggung Pringgodigdo, yakni putra Pangeran Noyokusumo Pekalongan sekaligus menantu Sultan Hamengkubuwono II merupakan penghuni mula mula Ndalem Kanjengan.

Hijrah dari Jawa Tengah, Pringgodigdo yang kemudian menjadi Bupati Ngrowo dan kelak menjadi Tulungagung membawa tombak pusaka Kanjeng Kiai Upas.

Pusaka dengan panjang bilah 35 cm dan landeyan atau tangkai 5 meter itu diyakini sebagian besar masyarakat Tulungagung bertuah.

Saking saktinya konon seorang ulama di wilayah Tulungagung pernah meminjamnya untuk melawan penjajah dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Versi lain mengakui Kiai Upas sebagai pusaka Ki Ageng Mangir atau Lurah Wanabaya, pemberontak Mataram. Karenanya Kiai Upas memiliki nama lain Pusaka Baru Klinthing yang mitosnya berasal dari jelmaan lidah ular naga.

Informasi yang berkembang keluarga melepas aset Ndalem Kanjengan senilai Rp10 miliar. Terkait itu Sahri Mulyo sanyangnya enggan menyebut mahar yang harus disediakan pemkab.

Dia hanya mengatakan kalau memang nantinya terjadi transaksi jual beli, nominal yang dikeluarkan tidak boleh menyalahi ketentuan yang berlaku.

“Artinya kita tidak ingin melanggar ketentuan, “ terang Sahri. Terkait hibah tiga pusaka, Sahri menjelaskan bahwa keluarga Ndalem Kanjengan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan kepada pemerintah daerah. Peristiwa itu dia tegaskan sebagai murni hibah.

Rencananya pemkab akan menempatkan ketiga pusaka di kantor aset yang bersebelahan dengan Ndalem Kanjengan.

Hal itu terkait permintaan keluarga Ndalem Kanjengan bahwa kalaupun harus berpindah, posisi penyimpanan pusaka tidak boleh terlalu jauh dari lokasi Ndalem Kanjengan.

Sebab setiap hari Jumat antara tanggal 11-20 bulan Suro (penanggalan Jawa) atau setahun sekali, keluarga menggelar upacara jamasan pusaka.

“Kalau pengelolaan sepenuhnya di tangan pemerintah, harapannya acara jamasan pusaka yang rutin setiap bulon Suro akan semakin semarak,“ timpalnya.

RM Mufangat Noto Koesoemo selaku juru bicara ahli waris Ndalem Kanjengan berharap besar pemerintah (Pemkab Tulungagung) yang menjadi pemilik aset Ndalem Kanjengan.

Keputusan melepas aset, kata dia, sudah menjadi kesepakatan para ahli waris yang berasal dari tiga keluarga besar.

Pelepasan terkait ketidakmampuan merawat aset yang berbiaya tidak kecil, ditambah waktu dan usia. “Dan terkait itu (pelepasan aset) kita sudah berbicara dengan pemkab, “ujarnya.

Hanya saja Mufangat belum bersedia membuka nilai penawaran. Dia berharap Pemkab Tulungagung bisa secepatnya menjadi pemilik sekaligus pengelola Ndalem Kanjengan.

Terkait kabar nilai penawaran Rp10 miliar dan ada seorang pengusaha luar daerah yang telah mencoba menawar, Mufangat menegaskan bahwa semua itu tidak benar. “Kalau tidak tahun ini harapannya tahun depan (2017) bisa terlaksana,“ tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Penyelamatan Situs Makam...
Penyelamatan Situs Makam Kuno Kerajaan Aceh
10 Peninggalan Kerajaan...
10 Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Masih Ditemui Keberadaannya hingga Sekarang
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Kisah Sri Jayanasa,...
Kisah Sri Jayanasa, Pendiri Kerajaan Sriwijaya yang Membangun Taman Indah
Baru Ditemukan, Situs...
Baru Ditemukan, Situs Kerajaan Mesir Kuno di Gunung Sinai
Candi atau Patirtan,...
Candi atau Patirtan, Situs Gedog Blitar Masih Misteri
Berita Terkini
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
54 menit yang lalu
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
1 jam yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
4 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
5 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
6 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved