Bentang Alam-Kultur Lokal, Daya Tarik Banyuwangi Ijen Green Run

Minggu, 04 Desember 2016 - 00:14 WIB
Bentang Alam-Kultur...
Bentang Alam-Kultur Lokal, Daya Tarik Banyuwangi Ijen Green Run
A A A
BANYUWANGI - Ratusan peserta Banyuwangi Ijen Green Run nampak antusias menikmati pemandangan alam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Ijen sepanjang rute yang dilalui.

Lomba lari sambil menikmati pemandangan alam ini mengambil start di lapangan perkebunan Kalibendo, Banyuwangi. Ratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia ini berpacu mencapai waktu tercepat setelah dilepas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (3/12/2016).
Bentang Alam-Kultur Lokal, Daya Tarik Banyuwangi Ijen Green Run

Menurut Edy Fatkhurrohman, Humas Pemkab Banyuwangi, selain rute yang menantang, para pelari disambut lintasan yang memiliki pemandangan alam yang mempesona, mulai dari hutan pinus, persawahan, dan perkebunan kopi dan karet.

"Para peserta disuguhi bentang alam kawasan Taman Wisata Alam Gunung Ijen yang indah di sepanjang rute. Banyuwangi Ijen Green Run terdiri atas tiga kategori, yaitu kelas 6 Kilometer (Km), 12 Km, hingga 25 Km," kata Edy dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews, Sabtu (3/12/2016).

Para pelari dalam ajang sport tourism ini, kata dia, tak hanya disuguhkan bentang alam yang hijau dan menakjubkan, tapi juga suguhan kultur kehidupan ala masyarakat pegunungan. Para peserta menyusuri jalur yang melalui cukup menantang, mulai dari tanjakan, turunan yang curam, sampai menyeberangi sungai.
Bentang Alam-Kultur Lokal, Daya Tarik Banyuwangi Ijen Green Run

Belantara perkebunan karet dan kopi serta hutan pinus menjadi daya tarik tersendiri. Suasana lari semakin eksotis lantaran perkebunan kopi sedang berbunga, sehingga menyebarkan aroma khas kopi arabika yang harum.

Para peserta juga disuguhi buah-buahan yang banyak tumbuh di sekitar lereng Gunung Ijen dan berbagai kuliner yang berbahan dasar hasil pertanian di sana. Rute yang dilalui juga melewati pemukiman warga desa. "Beberapa warga bahkan menyambut para pelari dengan menghidangkan aneka camilan tradisional seperti pisang rebus, ubi, dan kacang rebus," tandasnya.Save
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Pecahkan Rekor Bentang...
Pecahkan Rekor Bentang Jawa 87 Jam, Ini Rahasia Dzaki
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
5 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
6 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
8 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
9 jam yang lalu
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
10 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
10 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved