Hutan Mangrove Laut Bekasi Menyusut Ribuan Hektare

Senin, 24 Oktober 2016 - 00:48 WIB
Hutan Mangrove Laut...
Hutan Mangrove Laut Bekasi Menyusut Ribuan Hektare
A A A
BEKASI - Penyusutan hutan mangrove terjadi di laut Tarumajaya dan laut Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Dari 10.481,15 hektare luas hutan mangrove yang dimiliki Bekasi, menyusut 1.000 hektare setiap tahun sejak 1997 lalu hingga saat ini.

Penyebab menyusutnya hutan mangrove ini ialah penebangan liar oleh masyarakat dan minimnya kesadaran masyarakat untuk memelihara tanaman mangrove. Akibat penyusutan ini dikhawatirkan abrasi di wilayah pesisir laut Bekasi.

”Penyusutan hutan mangrove ini terjadi sejak lima tahun lalu di laut Bekasi yang berada di laut Tarumajaya maupun Muara Gembong,” ungkap Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Bekasi Wahyudi Asmar, Minggu, 23 Oktober 2016 kemarin.

Selain penebangan liar, lanjut dia, penyebab menyusutnya hutan mangrove itu disebabkan gerusahan air laut sehingga mangrove berkurang. Ditambah minimnya kesadaran masyarakat untuk memelihara tanaman mangrove tidak berbanding lurus dengan kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi.

”Hutan mangrove itu banyak ditebang untuk kayu bakar dan arang oleh masyarakat sekitar,” katanya. Apalagi jika ada resepsi pernikahan warga, maka terjadi penebangan secara besar-besaran. Sementara tidak ada pencegahan dan minimnya pengetahuan warga.

Sehingga, lanjut dia, pengikisan bibir pantai itu kian merembet kedaratan karena disetiap tahunya. Alhasil, dengan tidak tertahannya ombak dibibir laut wilayah itu, maka abrasi dipastikan akan terus menggerus pantai-pantai ada di wilayah itu.

Wahyudi menuturkan, ada tujuh desa yang mengalami abrasi namun yang terparah ada di tiga desa yaitu, Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia.

Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin menjelaskan, untuk mengikis penyusutan hutan mangrove pihaknya mengandeng pemerintah pusat dan pihak swasta menggunakan dana CSR untuk melakukan penanaman mangrove.

”Memang tingkat penembangan liar lebih banyak dari yang ditanam, sehingga kerusakan pantai terus terjadi disetiap tahunnya,” katanya. Untuk itu, kata dia, pihaknya menggarkan Rp200 juta untuk penanaman mangrove di sejumlah pantai di Kabupaten Bekasi.

Neneng mengatakan, kewenangan pengelolaan hutan mangrove akan diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada 2017 mendatang.

Plt Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti menegaskan, meski kewenangan mangrove diambil oleh provinsi tetapi pemerintah daerah harus bisa memeliharanya sehingga tidak ada penebangan liar yang terjadi.”Daerah juga harus ikut memeliharanya,” tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Tidak Prosedural, Mendagri...
Tidak Prosedural, Mendagri Kembalikan Hasil Pemilihan Wabup Bekasi ke Pemprov Jabar
Berita Terkini
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
12 menit yang lalu
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
1 jam yang lalu
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
1 jam yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
1 jam yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
4 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
4 jam yang lalu
Infografis
Iran Luncurkan Kota...
Iran Luncurkan Kota Rudal Bawah Tanah Berisi Ribuan Rudal Presisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved