Jakarta Banjir, Menteri Susi Salahkan Proyek Reklamasi

Selasa, 04 Oktober 2016 - 23:20 WIB
Jakarta Banjir, Menteri...
Jakarta Banjir, Menteri Susi Salahkan Proyek Reklamasi
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa pembangunan reklamasi seharusnya sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Permintaan Pak Presiden sudah sangat jelas. Reklamasi jangan sampai melanggar undang-undang, tidak boleh merusak lingkungan, tidak merugikan nelayan dan tidak ada yang menabrak peraturan", jelas Susi saat mengisi acara diskusi Publik bertajuk Kebijakan Reklamasi, di Audirorium KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini telah terdapat 37 titik lokasi yang akan dikembangkan melalui reklamasi. "Total ada 37 lokasi, dan juga ada 17, yang 17 sedang reklamasi. Yang 20 baru akan melakukan reklamasi," jelasnya.

Pada rapat dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman terdahulu, kata Susi, hal yang dibahas adalah mengenai pembangunan bendungan dengan tujuan pencegahan banjir Jakarta. Namun dalam pelaksanaannya, Susi sangat menyayangkan karena ternyata yang dibangun lebih dahulu adalah pulau-pulau dari bagian reklamasi Teluk Jakarta.

"Jadi jika sekarang Jakarta banjir, ya bukan hal aneh. Ini flooding project. Mempercepat air dari hulu, tapi malah memperlambat air menuju pantai. Bukan naturalisasi atau dibelokkan," tandasnya.

Lanjut Susi, izin reklamasi dengan luas tanah 500 ha adalah wewenang pemerintah provinsi, sementara tugas dari KKP itu sendiri memberi rekomendasi. Sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang menyebut bahwa izin pelaksanaan reklamasi harus dengan izin KKP.

"Pulau yang di bawah 500 hektar memang menggunakan izin Pemprov. Tapi ya kalau pulaunya ada 17, apa lagi melibatkan tiga provinsi, mau bagaimana?"

"Kalau ini tidak ditangani secara komprehensif oleh pusat, maka akan menjadi masalah besar nantinya. Saya setuju harus melibatkan swasta. Tapi drive harus di pemerintah. Karena kalau hanya swasta, bisa seenaknya sendiri," tuturnya.

Jika diperhatikan pada zonasi wilayah, tambah Susi, dirinya setuju urusan Jakarta dibawa jadi suatu proyek yang ditangani pemerintah pusat dengan arah presiden.
(kri)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Anies: Reklamasi Ancol...
Anies: Reklamasi Ancol Kendalikan Banjir, Proyek 17 Pulau Hasilkan Banjir
Berita Terkini
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
27 menit yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
28 menit yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
1 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
1 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
2 jam yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
2 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved