Sapi Berbobot 1,3 Ton Asal Gunungkidul Laku Rp100 Juta
Senin, 22 Agustus 2016 - 04:07 WIB
Sapi Berbobot 1,3 Ton Asal Gunungkidul Laku Rp100 Juta
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Salah satu peternak sapi asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjual sapi ternaknya dengan harga yang cukup fantastis. Sapi jenis limosin dengan bobot 1,3 ton berhasil terjual dengan harga Rp100 juta. Harga tersebut tertinggi di DIY, bahkan di Jawa.
Setelah dipelihara selama 1, 5 tahun, sapi yang sebelumnya dibeli dengan harga Rp23 juta ini pun mencengangkan berbagai pihak. Sebuah yayasan di Depok, Jawa Barat, Yaitu Yayasan Masjid Terminal (master) Depok, membeli sapi asal Gunungkidul milik Didik Hendra Prasetya, warga Dusun Duwet Desa Karangwuni, kecamatan Rongkop ini.
”Sapi ini sudah laku Rp100 juta dan beberapa hari akan kita kirim ke Jakarta," kata Didik kepada wartawan, Minggu (21/8/2016).
Rahasia suksesnya memelihara sapi ini dimulai dengan bagaimana bisa memahami kebutuhan gizi sapi. Untuk memenuhi kandungan gizi, dia mengaku menggunakan ampas singkong yang dicampur dengan bekatul dan juga garam.
Sedangkan hijauan makanan ternak (HMT) hanya digunakan sedikit sebagai lalapan sapi. "Kalau dengan cara konvensional, biaya yang dikeluarkan untuk membeli hijauan sangat banyak dan justru rugi."
Setelah memelihara selama 1,5 tahun, dia mengaku berhasil mendapatkan keuntungan bersih Rp700 juta dari 28 ekor sapi yang dikelola dengan dua anak buahnya. "Jadi rata rata satu ekor keuntungan sekitar Rp50 juta bersih," imbuhnya.
Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan, semenjak dia bekerja di Dinas Peternakan, baru kali ini mengetahui sapi yang bisa terjual Rp100 juta. Dia pun berharap hal ini menjadi pemacu para peternak untuk memelihara sapi dengan cara-cara yang profesional.
"Memang kita akui dulu sempat ada kendala dari warga sekitar. Namun saat ini sudah bisa dibuktikan, peternakan sapi menjadi berhasil dengan harga sapi yang sangat fantastis. Ini tidak hanya tertinggi di DIY saya kira, mungkin se-Jawa atau bahkan se-Indonesia, sapi dengan bobot 1,3 ton dan laku Rp100 juta."
Setelah dipelihara selama 1, 5 tahun, sapi yang sebelumnya dibeli dengan harga Rp23 juta ini pun mencengangkan berbagai pihak. Sebuah yayasan di Depok, Jawa Barat, Yaitu Yayasan Masjid Terminal (master) Depok, membeli sapi asal Gunungkidul milik Didik Hendra Prasetya, warga Dusun Duwet Desa Karangwuni, kecamatan Rongkop ini.
”Sapi ini sudah laku Rp100 juta dan beberapa hari akan kita kirim ke Jakarta," kata Didik kepada wartawan, Minggu (21/8/2016).
Rahasia suksesnya memelihara sapi ini dimulai dengan bagaimana bisa memahami kebutuhan gizi sapi. Untuk memenuhi kandungan gizi, dia mengaku menggunakan ampas singkong yang dicampur dengan bekatul dan juga garam.
Sedangkan hijauan makanan ternak (HMT) hanya digunakan sedikit sebagai lalapan sapi. "Kalau dengan cara konvensional, biaya yang dikeluarkan untuk membeli hijauan sangat banyak dan justru rugi."
Setelah memelihara selama 1,5 tahun, dia mengaku berhasil mendapatkan keuntungan bersih Rp700 juta dari 28 ekor sapi yang dikelola dengan dua anak buahnya. "Jadi rata rata satu ekor keuntungan sekitar Rp50 juta bersih," imbuhnya.
Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan, semenjak dia bekerja di Dinas Peternakan, baru kali ini mengetahui sapi yang bisa terjual Rp100 juta. Dia pun berharap hal ini menjadi pemacu para peternak untuk memelihara sapi dengan cara-cara yang profesional.
"Memang kita akui dulu sempat ada kendala dari warga sekitar. Namun saat ini sudah bisa dibuktikan, peternakan sapi menjadi berhasil dengan harga sapi yang sangat fantastis. Ini tidak hanya tertinggi di DIY saya kira, mungkin se-Jawa atau bahkan se-Indonesia, sapi dengan bobot 1,3 ton dan laku Rp100 juta."
(zik)