Dua Oknum Polres Inhil Diduga Aniaya Warga hingga Tewas

Kamis, 11 Agustus 2016 - 17:44 WIB
Dua Oknum Polres Inhil...
Dua Oknum Polres Inhil Diduga Aniaya Warga hingga Tewas
A A A
PEKANBARU - Dua oknum Polres Indragiri Hilir (Inhi), Riau diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga KM 8 Desa Petalongan, Kecamatan Kritang bernama Indra Gamal (55). Korban dikabarkan dianiya karena terlibat narkoba.

"Pelakunya yang menganiaya orangtua saya hingga meninggal dunia itu ada empat orang. Dua orang dari Polres Inhil," kata Wan Polo Saputra, putra dari Indra, Kamis (11/8/2016).

Wan menceritakan bahwa kejadian penganiayaan terhadap warganya itu terjadi pada 5 Agustus 2016 sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu dia mendapat kabar dari warga kalau orangtuanya dikeroyok di kilomter 8, Desa Petalongan.

Mendapat kabar itu Wan Polo mengajak warga lain untuk menuju lokasi yang lokasi satu kilometer dari rumahnya.

Begitu sampai di lokasi Wan Polo dan warga langsung menanyakan mengapa menganiya korban. Melihat warga banyak, empat warga yang dua di antaranya adalah polisi langsung melarikan diri.

"Usai pelaku kabur, saya menolong orangtua. Saat kondisi orang saya kritis. Tubuhnya penuh luka lebam dan perutnya membengkak. Saat dipukuli, kondisi ayah masih terborgol," ucapnya.

Pada 6 Agustus, pihak keluarga membawa Indra ke rumah sakit di Rengat Kabupaten Inhu. Setelah dirawat kondisi orangtuanya mulai membaik. Namun pada malam hari kondisi Indra kembali memburuk. Sekitar pukul 22.00 WIB korban menghembuskan napas terakhir.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung yang dikonfirmasi menyatakan bahwa kasus tersebut bermula karena Indra diduga sebagai jaringan narkoba.

"Saat kejadian anggota melakukan penangkapan. Namun saat ditangkap korban melawan sehingga ada upaya pelumpuhan dari anggota. Dari kasus ini diamankan 5 gram sabu yang diduga milik Indra," ucap Kapolres kepada okezone.

Saat ini pihak Polres Inhil sudah mengamankan dua anggota yakni Bripka DH dan Brigadir MP.

"Dua anggota tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan pihak Propam. Dari pengakuan dua anggota mereka membantah melakukan penganiayaan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Putri Gus Dur: Jadikan...
Putri Gus Dur: Jadikan Humor sebagai Barang Bukti Adalah Kegagalan
Ini Modus Oknum Perwira...
Ini Modus Oknum Perwira Polisi yang Ditangkap karena Gelapkan 83 Mobil
Periksa Pengunggah Guyonan...
Periksa Pengunggah Guyonan Gus Dur, Polisi Dikecam Gusdurian
Diduga Tangkap Warga...
Diduga Tangkap Warga Tanpa Bukti, Mapolsek Dringu Digeruduk Massa
Mobil Hasil Penggelapan...
Mobil Hasil Penggelapan Iptu HA Capai 115 Unit, Korban Dipersilakan Datang ke Polda Kepri
2 Oknum Polisi Aniaya...
2 Oknum Polisi Aniaya Warga, Kapolres Aceh Timur Minta Maaf ke Korban
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
7 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
8 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
9 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
9 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
9 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved