Cerita Warga soal Penangkapan Terduga Teroris di Botania Garden Batam

Jum'at, 05 Agustus 2016 - 14:46 WIB
Cerita Warga soal Penangkapan Terduga Teroris di Botania Garden Batam
Cerita Warga soal Penangkapan Terduga Teroris di Botania Garden Batam
A A A
BATAM - Penangkapan terhadap ES, terduga teroris di depan jalan keluar Cluster Sakura, Botania Garden, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (5/8/2016) membuat geger warga. Sebab, peristiwa tersebut terjadi tak jauh dari SD Negeri 009 Botania Garden.

Widya, yang pagi tadi mengantar anak-anak sekolah mengaku sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Pagi itu, ia berada di depan SD Negeri 009. Dia dibuat kaget dengan adanya kegaduhan beberapa orang yang membawa senjata api.

"Saya kira ada rampok. Beberapa orang bawa pistol dan seperti berlawanan," katanya.

Kejadian tersebut, menurut Widya berlangsung sekitar pukul 06.45 WIB. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. "Ramai juga yang lihat tadi. Apalagi jamnya bersamaan dengan jam masuk anak sekolah," kata Widya.

Seusai kejadian tersebut, sejumlah anggota Brimob tampak berjaga-jaga di sekitar Cluster Sakura. Situasi perumahan seketika hening. Beberapa warga memilih menutup pintu rumahnya.

Sementara, petugas keamanan Cluster Sakura Botania Garden sempat dikelabui oleh polisi. Anggota Brimob yang berjaga-jaga mengaku hanya melakukan latihan siaga I di sekitar kompleks.

Jhon Hendriko, koordinator keamanan Botania Garden mengaku, dirinya mendapat laporan dari anak buahnya sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, disebutkan ada latihan pengamanan yang dilakukan di sekitar Cluster Sakura.

"Saya tidak yakin ini hanya latihan. Feeling saya pasti sudah ada yang dituju, kalau nggak teroris, kalau nggak sabu. Makanya saya langsung turun ke lokasi," ujarnya.

Setibanya di lokasi dan setelah berkoordinasi dengan pihak Brimob Polda Kepri yang berjaga-jaga, Jhon baru mengetahui tujuan penjagaan salah satu rumah tersebut.

"Ternyata rumah ini dicurigai sebagai tempat tinggal anggota teroris."
(zik)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0836 seconds (10.177#12.26)