Pleno Penetapan Bupati Muna Ricuh, Kantor KPU Diserbu Massa

Senin, 01 Agustus 2016 - 19:54 WIB
Pleno Penetapan Bupati...
Pleno Penetapan Bupati Muna Ricuh, Kantor KPU Diserbu Massa
A A A
KENDARI - Unjuk rasa menolak putusan Mahkamah Konstitusi terkait perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Muna di halaman kantor KPU Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Senin sore (1/8/2016) berlangsung ricuh. Saling hantam tak terhindarkan saat ratusan pengunjuk rasa menerobos barisan barikade aparat kepolisian.

Polisi terpaksa menembakan gas air mata dan mobil water canon untuk membubarkan massa.
Bentrokan seketika terjadi sesaat pengunjuk rasa masa simpatisan pasangan Baharuddin-La Pili menerobos barisan barikade pengamanan kantor KPU Kabupaten Muna.

Bentrokan tak hindarkan antara masa pengunjuk rasa dengan pihak polisi saat pelaksaan rapat pleno penetapan bupati terpilih Kabupten Muna Sulawesi Tenggara di Kantor KPU Muna.

Awalnya saling dorong namun massa yang makin bringas menyebabkan kontak fisik. Saat massa yang ngotot masuk ke kantor KPU untuk bertemu Ketua KPU Muna Laode Muhammad Amin Rambaga.

Karena massa yang sudah tidak bisa dikendalikan membuat pihak kepolisan menembakan gas air mata dan menyiramnya dengan mobil water canon untuk membubarkan aksi demo.

Dalam unjuk rasa ini massa menolak dengan tegas putusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil sidang PHP Pemilihan Suara Ulang Pilkada Muna.

Tidak hanya itu simpatisan pasangan Baharuddin-La Pili mendesak KPU Muna untuk menunda pelaksanaan pleno penetapan bupati terpilih pasangan Rusman Emba-Malik Ditu.

Walapun diwarnai aksi unjuk rasa oleh masa calon bupati kalah pihak KPU tetap menggelar rapat pleno penetapan Bupati Muna dengan pengawalan ketat aparat pihak keamanan gabungan dengan Brimob Polda Sultra.
(sms)
Berita Terkait
Sidang Perdana Gugatan...
Sidang Perdana Gugatan Demonstrasi Berujung Rusuh, Pihak Tergugat Tidak Hadir
Gugatan Masrun Habib...
Gugatan Masrun Habib Ditolak MK, Pasangan Fathul-Nursiah Siap Dilantik
Selesaikan Perselisihan,...
Selesaikan Perselisihan, MK Harus Berani Keluar dari Pasal 158 UU Pilkada
Adili Sengketa Pilkada,...
Adili Sengketa Pilkada, MK Diharap Tidak Jadi Mahkamah Kalkulator
Gugatan Pilkada, MK...
Gugatan Pilkada, MK Diharap Beri Ruang bagi Siapapun yang Merasa Dicurangi
Sengketa Pilkada Bima,...
Sengketa Pilkada Bima, MK Tolak Seluruh Gugatan Paslon Syafaad
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved