Terkait Bom Solo, Empat Orang Diamankan Densus 88
Sabtu, 23 Juli 2016 - 16:12 WIB
Terkait Bom Solo, Empat Orang Diamankan Densus 88
A
A
A
KLATEN - Tim Densus 88 mengamankan empat orang dari Kecamatan Tulung, Klaten karena diduga berkaitan dengan bom bunuh diri di Mapolresta Solo. Selain mengamankan empat orang, tim menggeledah peternakan ayam di Dukuh Menggung Desa Gedongjetis Kecamatan Tulung, Sabtu (23/7/2016).
Berdasar informasi yang dihimpun di lapangan, penangkapan dilakukan sekira pukul 08.00 WIB di dua lokasi dan dilanjutkan penggeledahan. Guna kelancaran proses penggeledahan, aparat memasang garis polisi di sekitar lokasi peternakan ayam.
Penggeledahan Densus 88 didampingi Kepala Desa (Kades) Gedongjetis Gatot Sasongko dan Camat Tulung Sugiarto sebagai saksi.
Kapolsek Tulung AKP Parmo mengemukakan, keempat warga yang diamankan yakni AS dan WN serta istri masing-masing. AS merupakan warga Dukuh Candirejo, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, sedangkan WN adalah pemilik peternakan ayam.
”Empat orang yang ditangkap terdiri dari dua pasangan suami istri. AS dan istrinya, serta WN dan istrinya. AS ini kakak kandung pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Nur Rohman, beberapa waktu lalu,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/7).
AS dan istri diamankan di rumahnya di Dukuh Candirejo. Sedangkan WN beserta istri diamankan dalam perjalanan pulang dari peternakan ayam ke rumahnya di Desa Sorogaten.
Sejak kejadian bom Thamrin, Nur Rohman menghilang dan diduga bersembunyi di Kecamatan Tulung sebagai pekerja peternakan ayam milik WN. Peternakan ayam milik WN telah beroperasi cukup lama.
Selama ini, tidak ada informasi maupun laporan masyarakat mengenai kegiatan yang mencurigakan di peternakan tersebut. Hubungan pemilik usaha peternakan ayam dengan lingkungan sekitar pun cukup baik.
”Menurut infonya, enam bulan terakhir sebelum (kejadian) Solo itu sebagai pekerja kandang. Kami tidak mendapat informasi tentang kegiatan yang menjurus kesana (mencurigakan),” kata dia.
Kapolres Klaten AKBP Faizal membenarkan adanya penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88 di Kecamatan Tulung. Empat warga yang ditangkap langsung dibawa Densus 88 untuk dilakukan pemeriksaan intensif.
”Kami hanya back up saja, yang melakukan tetap teman-teman dari Densus. Yang saya tahu ada empat orang diamankan.
Namun tidak tahu perannya sebagai apa karena masih dalam pemeriksaan Densus, kami juga masih menunggu hasilnya mereka dari kelompok mana,” kata Faizal saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dari hasil penggeledahan sekitar tiga jam, Densus 88 menyita sejumlah barang dari peternakan ayam.
Camat Tulung Rohmat Sugiarto menyebutkan, barang yang disita diantaranya sarung dan serbuk warna putih.
Berdasar informasi yang dihimpun di lapangan, penangkapan dilakukan sekira pukul 08.00 WIB di dua lokasi dan dilanjutkan penggeledahan. Guna kelancaran proses penggeledahan, aparat memasang garis polisi di sekitar lokasi peternakan ayam.
Penggeledahan Densus 88 didampingi Kepala Desa (Kades) Gedongjetis Gatot Sasongko dan Camat Tulung Sugiarto sebagai saksi.
Kapolsek Tulung AKP Parmo mengemukakan, keempat warga yang diamankan yakni AS dan WN serta istri masing-masing. AS merupakan warga Dukuh Candirejo, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, sedangkan WN adalah pemilik peternakan ayam.
”Empat orang yang ditangkap terdiri dari dua pasangan suami istri. AS dan istrinya, serta WN dan istrinya. AS ini kakak kandung pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Nur Rohman, beberapa waktu lalu,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/7).
AS dan istri diamankan di rumahnya di Dukuh Candirejo. Sedangkan WN beserta istri diamankan dalam perjalanan pulang dari peternakan ayam ke rumahnya di Desa Sorogaten.
Sejak kejadian bom Thamrin, Nur Rohman menghilang dan diduga bersembunyi di Kecamatan Tulung sebagai pekerja peternakan ayam milik WN. Peternakan ayam milik WN telah beroperasi cukup lama.
Selama ini, tidak ada informasi maupun laporan masyarakat mengenai kegiatan yang mencurigakan di peternakan tersebut. Hubungan pemilik usaha peternakan ayam dengan lingkungan sekitar pun cukup baik.
”Menurut infonya, enam bulan terakhir sebelum (kejadian) Solo itu sebagai pekerja kandang. Kami tidak mendapat informasi tentang kegiatan yang menjurus kesana (mencurigakan),” kata dia.
Kapolres Klaten AKBP Faizal membenarkan adanya penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88 di Kecamatan Tulung. Empat warga yang ditangkap langsung dibawa Densus 88 untuk dilakukan pemeriksaan intensif.
”Kami hanya back up saja, yang melakukan tetap teman-teman dari Densus. Yang saya tahu ada empat orang diamankan.
Namun tidak tahu perannya sebagai apa karena masih dalam pemeriksaan Densus, kami juga masih menunggu hasilnya mereka dari kelompok mana,” kata Faizal saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dari hasil penggeledahan sekitar tiga jam, Densus 88 menyita sejumlah barang dari peternakan ayam.
Camat Tulung Rohmat Sugiarto menyebutkan, barang yang disita diantaranya sarung dan serbuk warna putih.
(sms)